Pengumuman SNBP Dibuka, Ribuan Orang Berebut Kursi di Untidar
Hasil SNBP 2026 diumumkan, Untidar diserbu peminat. Persaingan ketat dengan ribuan pendaftar dan kursi terbatas.
Harianjogja.com, JOGJA- Prospek produk hunian di DIY pada tahun ini dinilai masih memiliki peluang yang baik, meski geliat bisnis properti tidak secerah 2017 lalu. Besarnya pasar dari generasi milenial, menjadi target market yang mulai dipersiapkan para pengembang.
"Para pengembang di DIY sudah mulai menyasar ke sana. Kalau dilihat dari statistiknya, orang Indonesia itu bisa memiliki rumah sekitar usia 30-35 tahun, secara umum. Jadi yang sekarang masih berusia sekitar 20an tahun merupakan peluang yang besar untuk ke depan," ujar Ketua Real Estate Indonesia (REI) DIY, Rama Adyaksa Pradipta, Kamis (22/3/2018).
Rama memaparkan saat ini, usia-usia 20 tahun ke atas mulai banyak yang menabung untuk uang muka rumah. Karena pada usia-usia antara 30 tahun ke atas, rencana untuk membeli rumah sudah mulai dipikirkan oleh para generasi ini.
"Pengembang pun juga sudah bersiap menangkap peluang pasar dari generasi milenial ini," ungkap Rama.
Selain itu, prospek pengembangan produk properti di tahun ini mulai digenjot dengan variasi produk hunian. Pengembangan produk hunian pada tahun ini lebih menunjukkan diversifikasi, di mana para pengembang mulai menyasar 20% suplai untuk hunian vertikal.
Rama menuturkan pasar hunian vertikal cukup potensial untuk dikembangkan saat ini, mengingat keterbatasan lahan masih menjadi momok bagi bisnis ini. Peminat produk hunian vertika seperti apartemen yang tengah banyak berkembang di DIY ini ternyata semakin banyak menarik konsumen.
"Kendati demikian, memang untuk hunian vertikal sebagian besar motifnya masih investasi," ungkap Rama.
Rumah-rumah tapak atau landed house juga masih menjadi pasar utama pengembangan produk hunian di DIY. Beberapa pengembang di bawah naungan REI juga mulai mengembangkan rumah-rumah terjangkau untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Kendati demikian, diakui Rama, jumlah produksi masih relatif terbatas dan tidak banyak, karena terganjal harga tanah yang mahal. "Rerata untuk saat ini, harga rumah dengan kisaran Rp300 juta sampai Rp500 juta masih yang banyak diminati, karena dari sisi harga masih cukup relevan," imbuh Rama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil SNBP 2026 diumumkan, Untidar diserbu peminat. Persaingan ketat dengan ribuan pendaftar dan kursi terbatas.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.