Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
JIBI/Desi Suryanto Petugas Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melakukan pengasapan nyamuk yang bersarang di lingkungan perumahan penduduk di Kampung Gendeng Cantel, Muja-muju, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (23/12/2013). Pengasapan itu berupaya mengurangi populasi nyamuk yang membawa dan menularkan beragam penyakit seperti, demam berdarah, malaria, filariasis, encepalitis dan chikungunya. Selama sebulan terakhir ini sedikitnya sudah 21 warga Gendeng Cantel terserang chikungunya.
Tips kesehatan, pasien demam berdarah umumnya ditandai dengan demam tinggi lebih dari tiga hari meski telah minum obat.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Lonjakan pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi hampir di seluruh pusat pelayanan kesehatan. Masyarakat diimbau untuk waspada dan terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Berdasarkan pantauan yang dilakukan Harian Jogja, Rabu (28/1/2015) di Pusat Kesehatan Umat (PKU) Muhammadiyah Wonosari, terjadi lonjakan penderita DBD. Hanya saja, lonjakan tersebut masih bisa diatasi, karena seluruh pasien masih mendapatkan ruang rawat inap. Dari data yang ada, di rumah sakit tersebut saat ini merawat lima orang pasien DBD. Sedangkan di Desember tahun lalu, tempat tersebut merawat dua orang pasien.
Dokter Jaga di PKU Muhammadiyah Wonosari, Kunto Budi Santoso mengatakan tindakan medis merupakan langkah terakhir guna mencegah penyebaran penyakit itu. Namun, yang paling penting masyarakat harus diberikan edukasi tentang pencegahan maupun mengenali tanda-tanda penyakit yang disebabkan nyamuk Aides Aigepti.
“Upaya medis dilakukan hanya untuk pasien yang telah terjangkit penyakit saja, sehingga belum bisa menekan penyebaran penyakit,” kata dia.
Kunto menjelaskan, gejala awal terserang DBD ditandai dengan demam tinggi. Namun, untuk mengenali fase ini, dia membuat dua kategori, yakni demam biasa dan demam luar biasa.
Demam biasa akan menyerang tubuh manusia selama tiga hari, setelahnya kondisi akan berangsur-angsur membaik. Sedang, yang luar biasa kondisinya akan tambah buruk, sehingga pasiena disarankan berobat ke fasilitas kesehatan yang dilengkapi untuk tes laborat.
“Selama tiga hari awal, mau diberi obat yang dibeli di warung atau dibawa ke dokter tidak masalah. Tapi, setelah tiga hari tidak menunjukkan tanda-tanda membaik saya sarankan ke klinik yang lebih lengkap fasilitasnya. Sebab, kemungkinan itu gejala DBD atau penyakit yang lain,” ungkapnya.
Dia menambahkan, fase kristis DBD terjadi selama 4-7 hari setelah demam. Namun, seringkali warga tidak menyadarinya, dan baru membawa penderita saat kondisinya telah parah.
“Itulah kenapa demam dibagi menjadi dua kategori. Jadi, bisa dilakukan antisipasi sejak awal, sehingga jatuhnya korban bisa diantisipasi,” papar Kunto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan penanganan ODOL dilakukan dari hulu hingga hilir dengan ETLE Hub untuk mencapai zero ODOL pada 2027.
The 1O1 Yogyakarta Tugu kembali menggelar 12th Anniversary THE 1O1 Yogyakarta Tugu: Sketch Tour Kotagede dengan mengangkat kawasan Kotagede sebagai objek
Pilur serentak digelar di 31 kalurahan Gunungkidul September 2026. DPRD meminta warga aktif mengawasi tahapan dan cerdas memilih.
Matheus Fornazari langsung mencetak gol perdana untuk PSS Sleman. Pengalaman di Liga Thailand membuat adaptasinya berlangsung cepat.
Pengalihan aset dan bisnis senilai total Rp85,7 triliun memperkuat InfraNexia dalam mengembangkan lebih dari 90% aset jaringan Telkom