Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031, Ini Harapan Puan Maharani
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
DISKON JELANG IMLEK Pramuniaga beraktifitas disebuah toko yang menawarkan diskon menjelang peringatan Imlek di Pasar Baru, Jakarta, Jumat (24/1). Sejumlah toko dan pusat perbelanjaan mulai menggelar beragam diskon dan promo menjelang peringatan Imlek untuk menarik lebih banyak pelanggan.
Harianjogja.com, JOGJA–Siapa tak suka berbelanja. Baik untuk memenuhi kebutuhan atau memuaskan keinginan, berbelanja adalah hal yang mengasyikkan. Namun jika hal satu ini membuat Anda terjebak pada utang maka patutlah untuk segera melakukan evaluasi pada diri Anda.
Sovi Amelia, 21, mahasiswi jurusan komunikasi di salah satu perguruan tinggi di Jogja memiliki penampilan yang sedikit berbeda dengan beberapa kawan sepermainannya.
Sejumlah barang bawaannya seperti tas, sepatu dan pakaian apalagi gadget bahkan kendaraan memiliki merek ternama. Bukan tanpa alasan Sovi bisa tampil mewah seperti itu.
Dia adalah anak tunggal, orangtuanya pengusaha di Jakarta, namun kedua orangtuanya telah berpisah beberapa tahun lalu. Materi yang berlimpah membuat Sovi gampang saja memenuhi hampir semua keinginan untuk menyenangkannya apalagi sekedar mencukupi kebutuhannya.
Dari hobinya berbelanja itu, bahkan Sovi pernah menggelar bazaar beberapa waktu lalu. Dia menjual barang-barang miliknya. Pakaian berbagai merek dan jenis, tas, dompet, kacamata, aksesoris, bahkan sampai sepatu dan topi dia jual dengan harga yang sangat rendah.
Sebagian dia dapatkan saat pergi ke luar negri atau membeli secara online. Alasannya menjual barang-barangnya tentu bukan mencari keuntungan, melainkan barang-barang tersebut sudah jarang dia pakai karena tidak suka atau karena telah muncul model-model baru.
Contoh di atas mungkin tidak menimbulkan masalah finansial, karena Sovi memiliki cukup uang untuk berbelanja sehingga masih bisa dikategorikan wajar. Persoalan datang apabila keinginan berbelanja secara berlebihan sehingga membuat seseorang rela berutang untuk memuaskan keinginannya.
Kondisi semacam ini bisa dikatakan sebagai bentuk perkembangan ekonomi dewasa ini. Masyarakat makin mudah menemukan tempat perbelanjaan yang menyediakan aneka barang bagus. Tak hanya itu, cara pembeliannya pun juga makin mudah dirasakan oleh pembeli, salah satunya lewat kartu kredit.
Kemajuan ini sebenarnya tidak saja terjadi di daerah perkotaan. Masyarakat pedesaan meskipun dengan cara yang sedikit berbeda (bukan dengan kartu kredit) rela mencicil setiap beberapa hari sekali demi mendapatkan barang yang diinginkannya.
Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan itu, para konsumen perlu mewaspadai agar jangan sampai menimbulkan kebiasaan belanja yang berlebihan. Belanja yang berlebihan, membeli banyak hal yang sebetulnya kurang diperlukan (boros) akan berbahaya, tidak hanya keuangan kita tetapi juga kondisi psikologis.
Sikap belanja terencana sangat penting supaya tidak terjebak dalam perilaku gila belanja. Membuat perencanaan keuangan berbasis skala prioritas juga sangat dianjurkan supaya kebutuhan pokok tidak telantar hanya demi memuaskan keinginan.
Sebaliknya, jika ingin mentolerir diri sendiri untuk membeli barang mewah sebiknya rencanakan dengan sebaik-baiknya, apakah dibeli secara kredit atau tunai.
Soal mengatasi perilaku gila belanja, Tria Fitria, 32, ibu rumah tangga yang tinggal di Mantrijeron, Jogja ini memiliki cara yang cukup unik.
Meskipun dia memiliki suami yang berpenghasilan cukup untuk berbelanja barang-barang yang dia inginkan, Tria memilih untuk menabungnya atau membelikannya emas. Sesekali jika dia ingin berbelanja barang seperti tas atau sepatu dengan model terbaru, Tria mempertimbangkannya dengan matang.
“Salah satu cara untuk ngerem keinginan belanja barang-barang yang kurang penting biasanya saya survei dulu, saya cobain barangnya, tapi tidak langsung membeli, saya beri kesempatan diri saya satu atau dua hari, jika keinginan ada dan keuangan tidak terganggu barulah saya beli,” kata ibu dua anak ini yang memutuskan untuk berhenti bekerja setelah berumahtangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
Pakar Vulkanologi UGM Prof. Agung Harijoko menjelaskan enam gunung api aktif bersamaan merupakan fenomena alami dalam proses geologi.
Malone Lam, pemuda Singapura 22 tahun, mengaku bersalah dalam kasus pencurian kripto US$245 juta dan menjalani gaya hidup mewah.
BMKG memantau sebaran abu vulkanik dari lima gunung api pada 10 September 2026. Simak wilayah yang terdampak dan imbauannya.
Dinkes Bantul menduga jalur makanan matang dan mentah di SPPG Patalan 2 memicu kontaminasi bakteri dalam kasus keracunan MBG.
Tiga kapal TNI AL dikerahkan dalam pencarian jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau.