Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Yuyun memperlihatkan cetakan batik yang dijualnya. (JIBI/Harian Jogja/Abdul Hamied Razak)
JOGJA- Kain batik yang diproduksi terdiri dari tiga macam. Batik tulis, batik cap dan produksi pabrikan. Batik tidak hanya dicari kain batiknya saja. Cetakan batik juga banyak digemari oleh kolektor dan wisatawan. Ada pula yang digunakan untuk 'pemanis' rumah.
Penjual cetakan batik bekas di Pasar Beringharjo, Yuyun Marlina, mengatakan cetakan batik yang tidak digunakan lagi masih dimanfaatkan untuk jual beli. Selain untuk koleksi, cetakan batik tersebut dibuat untuk ornamen dan pemanis rumah.
"Biasanya selain untuk koleksi, dibuat pajangan di rumah. Pernah saya mendapat pesanan sampai 300 biji," kata Yuyun kepada Harianjogja.com.
Cetakan batik atau cating cap biasa digunakan untuk proses produksi batik. Canting cap yang dimaksud di sini mirip seperti stempel, hanya bahannya terbuat dari tembaga dan dimensinya lebih besar, rata-rata berukuran 20cm X 20cm. Ada banyak motif yang disediakan, mulai motif bunga, wayang, hingga motif kembang-kembang lainnya.
Karena lumayan dicari dan barang tersebut terbatas, maka harga jualnya juga lumayan tinggi. Untuk satu koleksi cetakan batik saja, dijual dengan harga Rp400.000 per cetakan.
"Cetakan ini biasa diambil dari perusahaan batik yang sudah gulung tikar atau jadi perusahaan batik printing. Jadi koleksinya terbatas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
BPBD Kabupaten Sleman telah mendistribusikan 45.000 liter air bersih kepada warga di dua kapanewon sepanjang 2026.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 5 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 5 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Skandal kecurangan ujian PNS Thailand menyeret 5.814 pegawai negeri yang terancam diskors. Tiga tersangka telah ditangkap dalam kasus dugaan suap dan manipulasi