Ini Lokasi Rumah Laksamana Maeda, Tempat Perumusan Naskah Proklamasi
Museum Perumusan Naskah Proklamasi di bekas rumah Laksamana Maeda menyimpan jejak perumusan, pengetikan, hingga penandatanganan naskah Proklamasi.
JOGJA—Penyair empat generasi membaca puisi dan fragmen pertunjukan teater dengan lakon bertajuk Madekur Terkeni/Orkes Madun #1, karya Arifin C. Noer. Acara ini digelar untuk menyemarakkan Sastra Bulan Purnama edisi 21 di Tembi Rumah Budaya, Minggu, (26/5) malam.
Beberapa penyair yang tampil yaitu Soeparno S.Adhy, Margita, Ulfatin dan Septi Shinta Sunaryati. Selain pembacaan puisi, pentas itu juga akan diisi permainan gitar akustik oleh Pedro, yang menggarap puisi karya penyair Slamet Riyadi Sabrawi menjadi lagu.
Menurut Ons Untoro, koordinator Sastra Bulan Purnama, penyair empat generasi yang tampil itu masing-masing memiliki riwayat generasi kepenyairan berbeda. Soeparno S Adhy, kata Ons Untoro adalah penyair generasi Persada Studi Klub (PSK) asuhan Umbu Landu Paranggi, bahkan dia termasuk ikut mendirikan PSK.
“Tiga penyair yang lain, Margita dari generasi kepenyairan tahun 1980-an, Ulfatin masuk generasi tahun 1990-an dan Septi Shinta Sunaryati kami masukkan generasi penyair yang mulai menulis tahun 2.000,” katanya kepada Harian Jogja, Senin (20/5).
Sastra Bulan Purnama edisi 21 mengusung tema Penyair 4 Generasi Membaca Puisi. Menurut Ons, pilihan tema tersebut didasarkan karena para penyair yang tampil dari generasi yang berbeda, setidaknya selisih 10 tahun untuk menandai kepenyairan.
“Istilah generasi ini kita ambil hanya untuk mempermudah menandai masing-masing penyair yang tampil” kata Ons Untoro.
Masing-masing penyair mengirim 10 puisi yang ditulis setidaknya tahun 2012 sehingga bisa menunjukkan bahwa para penyair ini masih aktif menulis puisi. Adapun fragmen pertunjukan teater Madekur Tarkeni/Orkes Madun #1 disutradarai Puntung CM.
Pujadi akan dimainkan selama durasi waktu 20-30 menit oleh Gabungan teaterawan Jogja sebagai bentuk dari perkenalan kepada publik sebelum dipentaskan kepada publik yang lebih luas.
“Madekur Tarkeni, merupakan bagian pertama dari pentalogi Orkes Madunnya Arifin C Noer. Ada dua bingkai cerita di dalam lakon Madekur, satu cerita berkisah tentang kisah cinta Madekur (pencopet) dengan Tarkeni (pelacur) namun di bingkai besarnya, menceritakan tentang Waska, beserta anak buahnya yang berniat merampok semesta,” kata Puntung CM Pujadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Museum Perumusan Naskah Proklamasi di bekas rumah Laksamana Maeda menyimpan jejak perumusan, pengetikan, hingga penandatanganan naskah Proklamasi.
Ekonom UMY menjelaskan kenaikan desil belum tentu menandakan ekonomi membaik. Desil merupakan peringkat relatif kesejahteraan rumah tangga.
Kemendikdasmen siapkan pembaruan aturan belajar darurat akibat karhutla Kalimantan. Sebanyak 571.338 murid telah mengikuti PJJ.
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi Sabtu siang. Kolom abu mencapai 400 meter dan nelayan serta wisatawan diminta menjauh 2 kilometer.
Video mahasiswa baru ISI Solo berjoget di Pendopo Ageng viral. Kampus meminta maaf dan menyiapkan edukasi etika serta wawasan budaya.
PSS Sleman masih membuka peluang meminjamkan pemain ke Liga 2 dan merekrut pemain muda baru sesuai gaya permainan tim.