Indonesia Fashion Week: APPMI Ingin 30% Isi Mal Merek Fesyen Lokal

Jum'at, 15 Februari 2013 13:16 WIB
Indonesia Fashion Week: APPMI Ingin 30% Isi Mal Merek Fesyen Lokal

Koleksi Denny W (kabar24)

http://images.harianjogja.com/2013/02/IMG_2094-232x310.jpg" alt="" width="232" height="310" />JAKARTA--Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) mendesak pemerintah untuk membuat regulasi yang menetapkan satu mal harus memberikan 30% lahan penjualannya untuk merek fesyen lokal.

Ketua Umum APPMI Taruna Kusmaryuda Kusmayadi mengatakan keinginan tersebut sejalan dengan keinginan Indonesia menjadi pusat mode dunia di tahun 2025.

"Isi setiap mal harusnya 30% untuk merek lokal, dan itu menjadi regulasi" kata Taruna di sela perhelatan Indonesia Fashion Week 2013 di Jakarta Convention Center , Jumat (15/3/2013).

Taruna mengatakan dengan ada regulasi tersebut diharapkan hambatan pelaku usaha fesyen yaitu produsen busana, aksesoris, tas, dan sepatu terbuka untuk memajang dan menjual produk mereka di mal, tentunya termasuk pusat perbelanjaan papan atas di Indonesia.

Mengingat untuk menjadi pusat mode dunia, ujarnya, Indonesia harus memperkuat merek fesyen lokalnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online