AWS dan Novo Nordisk Satukan AI untuk Pangkas Waktu Pengembangan Obat

Jumali
Jumali Jum'at, 21 Agustus 2026 08:27 WIB
AWS dan Novo Nordisk Satukan AI untuk Pangkas Waktu Pengembangan Obat

Artificial Intelligence alias kecerdasan buatan - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin mengambil peran penting dalam industri farmasi. Teknologi ini mulai digunakan untuk membantu peneliti mengolah data dalam jumlah besar, mengidentifikasi target terapi, hingga mendukung perancangan uji klinis yang menjadi bagian penting dalam pengembangan obat.

Perubahan tersebut menjadi salah satu fokus kerja sama strategis antara Novo Nordisk dan Amazon Web Services (AWS). Kedua perusahaan mengumumkan kemitraan yang ditujukan untuk mempercepat proses penemuan obat sekaligus memodernisasi operasional perusahaan melalui pemanfaatan teknologi agentic AI dan cloud.

Kolaborasi ini menandai langkah lanjutan dalam penggunaan teknologi digital pada sektor kesehatan dan life sciences. Melalui integrasi AI dan komputasi awan, proses penelitian yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang diharapkan dapat dilakukan secara lebih efisien.

Bangun Hub Inovasi AI di London

Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Novo Nordisk dan AWS membentuk hub co-innovation AI di London. Fasilitas ini mempertemukan engineer dan spesialis AI AWS dengan ilmuwan terapan serta tim penelitian dan pengembangan Novo Nordisk.

Kolaborasi lintas disiplin tersebut dirancang untuk mengembangkan sekaligus menerapkan teknologi AI pada berbagai kebutuhan riset yang dijalankan perusahaan. Melalui pusat inovasi itu, kedua pihak akan memanfaatkan teknologi AWS untuk mengolah data dan menghasilkan wawasan dari berbagai penelitian yang dilakukan Novo Nordisk.

"Menjalin kemitraan dengan AWS merupakan langkah untuk menjadikan AI sebagai penggerak inovasi di Novo Nordisk," ujar Mike Doustdar, Presiden dan CEO Novo Nordisk, dikutip Jumat (21/8/2026).

Menurut Doustdar, kombinasi antara keahlian ilmiah Novo Nordisk dan perangkat serta layanan AWS yang dirancang khusus untuk industri life sciences diharapkan mampu mempercepat proses penemuan obat.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan hub co-innovation di London juga menjadi sarana untuk mengembangkan solusi AI yang bertanggung jawab sekaligus mendukung kemajuan bagi pasien yang menghadapi penyakit kronis serius.

AI Digunakan untuk Mengolah Data Penelitian Kompleks

Dalam kesepakatan tersebut, AWS ditetapkan sebagai penyedia cloud pilihan sekaligus mitra strategis AI bagi Novo Nordisk. Kerja sama ini menggabungkan pengalaman Novo Nordisk dalam pengembangan terapi penyakit kronis dengan layanan cloud dan AI milik AWS.

Selain itu, kolaborasi tersebut memanfaatkan infrastruktur digital yang aman dan dapat diperluas sesuai kebutuhan riset serta pengembangan di sektor kesehatan.

Pada tahap penelitian dan pengembangan, Novo Nordisk akan menggunakan layanan seperti Amazon Bio Discovery dan Amazon Bedrock. Kedua teknologi tersebut dirancang untuk membantu mengidentifikasi target terapeutik, mempercepat perancangan terapi baru, serta menghubungkan berbagai jenis data penelitian.

Data yang diproses mencakup informasi genomik, pencitraan medis, hingga data klinis. Penggabungan berbagai sumber data itu diharapkan membantu menghubungkan temuan penelitian tahap awal dengan proses perancangan uji klinis.

Dengan pendekatan tersebut, hasil penelitian yang diperoleh dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk mendukung pengembangan kandidat terapi dan tahapan lanjutan dalam proses pengembangan obat.

Produktivitas Karyawan Diklaim Meningkat

Novo Nordisk menyebut kolaborasi dengan AWS bukanlah kerja sama yang dimulai dari nol. Sebelumnya, kedua perusahaan telah menjalin hubungan yang menghasilkan sejumlah capaian operasional.

Perusahaan menyatakan kerja sama terdahulu membantu mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk dokumentasi klinis. Selain itu, pemanfaatan teknologi yang dikembangkan bersama juga disebut berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas lebih dari 25.000 karyawan.

Pada tahap berikutnya, Novo Nordisk juga berencana memanfaatkan Amazon Bedrock AgentCore untuk meningkatkan efisiensi operasional melalui penerapan agen AI pada berbagai proses kerja di lingkungan perusahaan.

Teknologi tersebut memungkinkan agen AI membantu pelaksanaan sejumlah tugas sehingga proses operasional dapat berjalan lebih efektif.

"Setiap bagian dari pekerjaan kami bersama Novo Nordisk pada akhirnya kembali pada satu hal: menghadirkan obat yang tepat kepada pasien dengan lebih cepat," kata Matt Garman, CEO AWS.

Menurut Garman, keputusan Novo Nordisk memilih AWS sebagai mitra strategis AI bertujuan mendukung transformasi proses penemuan dan pengembangan obat. Ia menilai layanan seperti Amazon Bio Discovery dan Amazon Bedrock dapat membantu mempersingkat waktu penemuan obat, memproses kumpulan data kompleks secara aman, serta memperluas penerapan hasil penelitian ke berbagai bidang terapi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online