Dari Grabag ke Pasar Dunia, Caca Gown Bawa Gaun Fairytale ke JFW 2026

Newswire
Newswire Sabtu, 15 Agustus 2026 23:57 WIB
Dari Grabag ke Pasar Dunia, Caca Gown Bawa Gaun Fairytale ke JFW 2026

Caca Gown asal Grabag, Magelang, memamerkan gaun pengantin fairytale di JFW 2026 yang dipasarkan online hingga Jepang, AS, dan Singapura. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Gaun pengantin bergaya fairytale buatan Caca Gown mencuri perhatian pengunjung Jogja Fashion Week (JFW) 2026 di Jogja Expo Center Sabtu (15/8/2026) malam. Karya Caca Candrika, perancang busana asal Desa Grabag, Magelang, itu menghadirkan koleksi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar makeup artist (MUA) hingga mancanegara.

Koleksi terbaru Caca Gown mengambil inspirasi dari keindahan bunga tabebuya. Nuansa kuning, merah muda, dan putih dipadukan dalam gaun berkonsep megah yang sekaligus membawa pesan tentang ketangguhan bisnis fesyen di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan.

Namun, bukan hanya tampilan yang menjadi daya tarik koleksi tersebut. Caca Gown menawarkan sistem perancangan yang membuat gaun model ballgown berukuran besar dan mengembang tetap dapat dikenakan secara fleksibel.

Tanpa Fitting

Caca Gown menggunakan fitur tali di bagian belakang dengan konsep slim fit. Sistem tersebut memungkinkan gaun disesuaikan dengan ukuran pemakainya sehingga pelanggan tidak perlu menjalani proses fitting secara langsung.

"Caca Gown ini pelopor gaun pengantin online pertama di Indonesia. Yang bisa ballgown, tapi dia tanpa fitting, langsung kirim, langsung slim fit," ujar Caca Candrika, Sabtu malam.

Konsep tersebut menjadi bagian dari strategi Caca Gown dalam melayani pasar secara daring. Seluruh produk dipasarkan 100 persen secara online, sehingga pelanggan dari berbagai daerah maupun negara dapat memesan tanpa harus datang langsung ke lokasi produksi.

Berawal dari PNS

Bisnis Caca Gown telah berjalan selama 12 tahun. Perjalanan Caca menuju dunia fesyen tidak berawal dari pendidikan tata busana, melainkan dari latar belakang pendidikan perpajakan.

Caca juga pernah menjalani pekerjaan sebagai PNS selama delapan tahun. Ia kemudian memilih mengundurkan diri dan menekuni dunia rancang busana secara otodidak.

Keputusan tersebut mengantarkannya membangun bisnis gaun pengantin yang kini telah memproduksi lebih dari 4.000 gaun.

Pasar Caca Gown tidak hanya berada di berbagai wilayah Indonesia. Produk tersebut juga telah menjangkau konsumen mancanegara, termasuk Jepang, Amerika Serikat, dan Singapura.

Berdayakan 15 Warga

Di balik produksi ribuan gaun pengantin tersebut, Caca juga melibatkan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Sebanyak 15 karyawan yang bekerja di Caca Gown seluruhnya merupakan warga lokal Desa Grabag, Magelang.

Setiap gaun diproduksi secara teliti bersama tim dalam waktu sekitar 40 hari. Harga gaun pengantin Caca Gown berada pada kisaran Rp9 juta hingga Rp12 juta per unit.

Kehadiran Caca Gown di JFW 2026 sekaligus memperlihatkan perjalanan bisnis fesyen dari Desa Grabag, Magelang, yang berkembang melalui pemasaran digital hingga menjangkau pelanggan di luar Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online