Punya Side Hustle Tapi Uang Cepat Habis? Ini Cara Ngaturnya!

Newswire
Newswire Rabu, 22 Juli 2026 01:32 WIB
Punya Side Hustle Tapi Uang Cepat Habis? Ini Cara Ngaturnya!

Foto ilustrasi. /Ist-Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Di tengah kondisi ekonomi yang makin dinamis, memiliki usaha sampingan atau side hustle bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi gaya hidup banyak anak muda. Mulai dari menjadi kreator konten, jualan live, driver transportasi online, membuka jasa desain, hingga mengajar kelas daring, semua dilakukan demi menambah pemasukan.

Tambahan penghasilan ini tentu membawa angin segar. Banyak tujuan finansial bisa dicapai lebih cepat, mulai dari membeli barang impian hingga menyiapkan dana masa depan. Namun, di balik itu, muncul satu persoalan yang sering luput disadari: uangnya ke mana?

Tidak sedikit orang yang merasa penghasilannya meningkat, tetapi kondisi keuangan tetap stagnan. Uang dari pekerjaan sampingan datang dan pergi tanpa bekas, bahkan tidak sempat menjadi tabungan atau aset. Masalah utamanya bukan pada besar kecilnya penghasilan, melainkan pada cara mengelolanya.

Salah satu kesalahan paling umum adalah mencampur semua pemasukan dalam satu rekening. Tanpa pemisahan yang jelas, sulit mengetahui mana hasil dari pekerjaan utama dan mana dari sampingan. Akibatnya, uang tambahan yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk tujuan tertentu justru habis untuk kebutuhan harian atau belanja impulsif.

Akan jauh lebih efektif jika setiap sumber penghasilan memiliki fungsi yang jelas. Misalnya, gaji utama digunakan untuk kebutuhan rutin, sementara penghasilan dari side hustle difokuskan untuk tabungan, investasi, atau target keuangan tertentu.

Selain itu, penting untuk menentukan tujuan sejak awal. Apakah ingin membangun dana darurat, membeli perangkat kerja baru, menyiapkan biaya pendidikan, atau bahkan untuk rencana pernikahan. Ketika setiap pemasukan sudah memiliki “tugas”, keinginan untuk menghabiskannya secara impulsif akan jauh berkurang.

Prinsip lain yang tak kalah penting adalah menyisihkan terlebih dahulu sebelum membelanjakan. Jangan menganggap penghasilan tambahan sebagai “uang bonus” yang bebas digunakan. Setiap kali menerima bayaran dari proyek atau usaha sampingan, langsung alokasikan sebagian untuk tabungan atau investasi. Cara sederhana ini terbukti efektif menjaga kesehatan finansial.

Agar pengelolaan keuangan semakin rapi, memanfaatkan layanan digital juga bisa menjadi solusi. Salah satunya melalui blu by BCA Digital, aplikasi perbankan digital yang dirancang untuk membantu pengguna mengatur keuangan dengan lebih praktis.

Melalui fitur bluSaving, pengguna dapat membuat beberapa kantong tabungan sesuai tujuan, seperti dana darurat, kebutuhan kerja, atau liburan. Sementara bluSpending membantu memisahkan dana operasional harian agar tidak tercampur dengan tabungan.

Jika penghasilan dari side hustle terus berkembang, pengguna juga bisa memanfaatkan bluDeposit untuk simpanan berjangka atau bluInvest guna mengembangkan dana sesuai profil risiko.

Dengan strategi yang tepat—mulai dari memisahkan pemasukan, menentukan tujuan, hingga disiplin menabung—penghasilan dari side hustle tidak hanya sekadar numpang lewat di rekening, tetapi benar-benar menjadi pijakan menuju kondisi finansial yang lebih kuat dan stabil.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online