Cara Ajukan PIP 2026 lewat Sekolah, Ini Syarat dan Dokumennya
Siswa belum terdaftar PIP 2026 bisa mengajukan via sekolah. Simak syarat, dokumen, dan besaran bantuan SD Rp450 ribu hingga SMA Rp1,8 juta.
Paniki/Wikipedia
Harianjogja.com, JOGJA— Situs kuliner global TasteAtlas kembali merilis daftar 100 makanan terburuk di dunia untuk tahun 2026. Dalam daftar tersebut, salah satu hidangan khas Indonesia, paniki dari Sulawesi Utara, masuk dalam peringkat 100 besar dan menempati posisi ke-24 dengan skor 2,2.
Paniki merupakan makanan tradisional masyarakat Minahasa yang berbahan dasar kelelawar buah. Hidangan ini dikenal memiliki cita rasa khas rempah Nusantara, namun kerap dianggap ekstrem oleh sebagian penilai internasional karena bahan utamanya yang tidak lazim di sejumlah negara.
Hidangan tradisional dari Sulawesi Utara
Secara historis, paniki telah lama menjadi bagian dari kuliner adat masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara. Hidangan ini biasanya diolah dalam bentuk sup dengan kuah santan yang kaya rempah. Proses memasaknya dimulai dengan memanggang kelelawar untuk menghilangkan bulu, kemudian dibersihkan sebelum dipotong kecil dan direbus bersama bumbu seperti bawang putih, bawang merah, jahe, serai, daun kari, cabai, serta santan.
Dalam penyajiannya, paniki umumnya disantap bersama nasi putih dan memiliki cita rasa gurih, pedas, serta aroma rempah yang kuat. Tekstur daging kelelawar yang digunakan cenderung alot, terutama pada bagian tertentu seperti sayap.
Kuliner ekstrem dan pergeseran konsumsi
Paniki juga dikenal sebagai bagian dari kuliner ekstrem di kawasan Minahasa, yang dalam beberapa kasus turut melibatkan bahan lain seperti tikus hutan dan ular di sejumlah pasar tradisional tertentu. Salah satu lokasi yang kerap disebut dalam konteks kuliner ekstrem tersebut adalah Pasar Extreme Tomohon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, keberadaan paniki semakin jarang ditemui. Faktor utama yang memengaruhi adalah menurunnya populasi kelelawar akibat berkurangnya habitat alami serta aktivitas perburuan. Saat ini, paniki lebih sering disajikan pada momen khusus seperti perayaan adat, Natal, Tahun Baru, atau acara syukuran.
Sebagai alternatif, sebagian masyarakat mulai menggunakan bumbu paniki untuk mengolah bahan lain seperti ayam, sehingga cita rasa khasnya tetap dapat dinikmati tanpa harus menggunakan bahan utama kelelawar.
Sorotan internasional dan perspektif budaya
Masuknya paniki dalam daftar makanan terburuk versi TasteAtlas kembali memunculkan perdebatan mengenai penilaian kuliner berbasis budaya. Di satu sisi, daftar tersebut mencerminkan persepsi global terhadap makanan tertentu. Namun di sisi lain, hidangan seperti paniki merupakan bagian dari identitas budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun di daerah asalnya.
Keberadaan paniki menunjukkan bahwa keragaman kuliner Indonesia tidak hanya kaya rasa, tetapi juga sarat nilai budaya, meskipun tidak selalu diterima secara universal oleh standar kuliner global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa belum terdaftar PIP 2026 bisa mengajukan via sekolah. Simak syarat, dokumen, dan besaran bantuan SD Rp450 ribu hingga SMA Rp1,8 juta.
Tekanan angin ban yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat membuat mobil boros BBM dan meningkatkan risiko kecelakaan. Simak tekanan ban ideal dan manfaat
Mitchell Baker dan Wing Naing Tun sama-sama 4 gol di puncak top skor Piala AFF 2026. Paulo Josue, Than Paing, dan Nguyen Dinh Bac menyusul dengan 3 gol.
Nokia 1100 masih menjadi ponsel terlaris sepanjang sejarah dengan penjualan 250 juta unit. Simak daftar 20 ponsel paling laris di dunia versi Visual Capitalist.
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
CDC menyelidiki wabah salmonella terkait cabai jalapeno yang menyebabkan 345 orang sakit di 27 negara bagian AS dan 36 dirawat di rumah sakit.