Jalan Jogja-Solo di Bogem Prambanan Alami Penyempitan Hari Ini
Pengaspalan Jalan Janti-Prambanan berlangsung Senin 3 Agustus 2026 pukul 08.00-12.00 WIB. Pengendara diminta waspadai penyempitan jalur.
Mahasiswa S2 UII mendapat pembekalan personal branding dan strategi karier untuk menghadapi transformasi digital, AI, dan perubahan dunia kerja. /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) mengubah peta kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor. Menjawab tantangan tersebut, Jurusan Informatika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) membekali mahasiswa pascasarjana dengan pemahaman mengenai personal branding dan pemetaan karier agar mampu bersaing di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
Pembekalan itu diberikan melalui kuliah umum bertajuk Personal Branding & Career Mapping Berbasis Kekuatan Potensi Diri yang diselenggarakan Jurusan Informatika FTI UII pada Jumat (20/6/2026). Kegiatan ini dirancang untuk membantu mahasiswa dan lulusan magister menyusun strategi karier jangka panjang yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Ketua Jurusan Informatika FTI UII Raden Teduh Dirgahayu mengatakan persaingan di dunia kerja saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh ijazah maupun tingginya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Menurutnya, setiap individu dituntut mampu mengenali keunggulan diri, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta mengomunikasikan nilai dan kompetensi yang dimiliki kepada dunia profesional.
Ia menjelaskan, perubahan besar dalam dunia kerja global semakin nyata seiring berkembangnya transformasi digital, otomatisasi, dan teknologi AI. "Kondisi tersebut menuntut lulusan perguruan tinggi untuk memiliki kombinasi antara kompetensi teknis dan kemampuan personal yang kuat," katanya dikutip Minggu (21/6/2026).
Merujuk pada data The Future of Jobs Report 2025 yang diterbitkan World Economic Forum, Teduh menyebut sekitar 22% pekerjaan di tingkat global diproyeksikan mengalami transformasi hingga 2030. Selain itu, sekitar 39% keterampilan yang saat ini dimiliki tenaga kerja diperkirakan akan mengalami perubahan atau tidak lagi relevan pada masa mendatang.
Temuan tersebut diperkuat laporan OECD yang menunjukkan bahwa industri kini semakin membutuhkan perpaduan antara kemampuan digital dan keterampilan humanis, seperti komunikasi, kolaborasi, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah (problem solving).
Menurut Teduh, kondisi tersebut membuat personal branding yang autentik dan career mapping atau pemetaan karier yang terarah menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa S2.
"Dengan bekal itu, lulusan tidak hanya memiliki penguasaan akademik yang baik, tetapi juga mampu membangun reputasi profesional, meningkatkan daya saing, dan menghadirkan nilai tambah di tengah ketatnya persaingan dunia kerja," ujarnya.
Tiga Pilar Membangun Karier di Tengah Transformasi Digital
Dalam kuliah umum tersebut, Profesional Human Capital, Adityanto Prayogo, hadir sebagai pembicara utama. Ia membagikan pengalaman hampir dua dekade di bidang manajemen strategis, organisasi, human capital, hingga transformasi bisnis.
Adityanto menjelaskan bahwa perjalanan karier seseorang akan selalu menghadapi berbagai fase perubahan organisasi, mulai dari kondisi stabil, pertumbuhan cepat, restrukturisasi, hingga disrupsi akibat perkembangan teknologi. Karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan karier.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan profesional tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan teknis (hard skills). Lebih dari itu, seseorang harus mampu mengelola arah kariernya secara konsisten melalui berbagai tantangan dan perubahan yang terjadi.
"Mahasiswa harus fokus pada inisiatif yang memberikan dampak luas, menetapkan target yang terukur, meminimalkan kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan, serta menjaga integritas agar tetap dipercaya dalam lingkungan profesional," katanya.
Lebih lanjut, Adityanto memperkenalkan tiga pilar utama dalam membangun karier berkelanjutan. Pilar pertama adalah membangun reputasi personal yang didukung integritas dan kompetensi yang kuat. Pilar kedua adalah memperkuat kemampuan bekerja dalam tim melalui agility atau kecepatan belajar serta kolaborasi yang mampu menghasilkan dampak lebih besar. Adapun pilar ketiga adalah mengembangkan kebijaksanaan diri melalui kerendahan hati dan growth mindset agar siap menghadapi perubahan dunia bisnis yang terus berkembang.
Ia mengingatkan bahwa reputasi profesional yang kuat tidak dibangun melalui pencitraan semata, melainkan melalui konsistensi dalam menghasilkan karya dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
“Jangan fokus menjadi terkenal. Fokuslah menjadi bernilai,” ujarnya menutup kuliah umum yang dihadiri mahasiswa dan sivitas akademika FTI UII tersebut.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi mahasiswa S2 UII bahwa personal branding yang kuat harus dibangun melalui rekam jejak, kompetensi, dan kontribusi nyata. Seiring transformasi digital yang terus berkembang, kemampuan belajar berkelanjutan, beradaptasi dengan teknologi baru, serta mengembangkan nilai personal akan menjadi modal penting dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja masa depan yang terus berubah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengaspalan Jalan Janti-Prambanan berlangsung Senin 3 Agustus 2026 pukul 08.00-12.00 WIB. Pengendara diminta waspadai penyempitan jalur.
Cakupan UHC Bantul turun tipis menjadi 98,67 persen pada Juli 2026. Dinkes memastikan angka tersebut masih di atas target minimal 98 persen dengan dukungan angg
Belanja pegawai Pemkot Jogja masih 35,7 persen dari APBD 2026. BPKAD menekan anggaran melalui pembatasan rekrutmen ASN dan memanfaatkan tingginya angka pensiun
Warga Kalidadap, Selopamioro, Imogiri, Bantul harus menyedot air dari Sendang Wonosari saat kemarau. Sumur mengering dan jaringan air bersih belum menjangkau.
Pemkab Bantul menyiapkan strategi memenuhi batas belanja pegawai maksimal 30 persen pada 2027 dengan meningkatkan PAD, menerapkan zero minus growth ASN, dan mem
Belanja pegawai Sleman dalam APBD 2026 masih mencapai 32,36 persen. BKAD menyiapkan strategi pengendalian belanja dan peningkatan PAD untuk memenuhi batas 30.