Hipertensi Bisa Dikendalikan dengan Olahraga, Ini Jenis Latihannya

Jumali
Jumali Rabu, 03 Juni 2026 11:07 WIB
Hipertensi Bisa Dikendalikan dengan Olahraga, Ini Jenis Latihannya

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga banyak penderita tidak menyadari tekanan darahnya berada di atas batas normal.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan jutaan masyarakat Indonesia hidup dengan hipertensi. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 1,4 miliar orang di dunia mengalami kondisi serupa.

Para ahli menekankan bahwa pengendalian hipertensi tidak hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga perubahan gaya hidup, termasuk aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin.

Latihan Kombinasi dan HIIT Dinilai Efektif

Sebuah tinjauan sistematis yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine menganalisis puluhan penelitian yang melibatkan lebih dari seribu peserta dengan hipertensi.

Hasil kajian menunjukkan dua jenis latihan yang memberikan manfaat signifikan dalam membantu menurunkan tekanan darah, yakni latihan kombinasi dan High-Intensity Interval Training (HIIT).

Latihan kombinasi menggabungkan aktivitas aerobik, seperti berjalan cepat, berlari, atau bersepeda, dengan latihan kekuatan menggunakan beban atau resistance training.

Sementara itu, HIIT dilakukan melalui pola latihan intensitas tinggi yang diselingi periode istirahat singkat secara berulang.

Kedua metode tersebut dinilai mampu memberikan manfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah apabila dilakukan secara teratur dan sesuai kemampuan masing-masing individu.

Bagaimana Olahraga Membantu Menurunkan Tekanan Darah?

Aktivitas fisik memberikan sejumlah manfaat fisiologis yang berkontribusi terhadap pengendalian tekanan darah.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • Meningkatkan elastisitas pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.
  • Membantu mengatur respons sistem saraf yang berperan dalam pengendalian tekanan darah.
  • Meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.
  • Mendukung kesehatan jantung serta fungsi metabolisme secara keseluruhan.

Dengan manfaat tersebut, olahraga tidak hanya membantu menurunkan tekanan darah, tetapi juga menjaga kesehatan kardiovaskular dalam jangka panjang.

Tidak Perlu Berjam-jam

Para ahli menyebut manfaat kesehatan dapat diperoleh tanpa harus berolahraga dalam durasi yang terlalu panjang.

Aktivitas fisik selama sekitar 30 hingga 45 menit per sesi sudah dapat memberikan dampak positif apabila dilakukan secara konsisten.

Yang terpenting adalah memilih jenis olahraga yang sesuai kondisi fisik dan dapat dijalankan secara rutin dalam kehidupan sehari-hari.

Gaya Hidup Sehat Tetap Diperlukan

Selain olahraga, pengendalian hipertensi perlu didukung dengan pola hidup sehat lainnya, seperti:

  • Mengurangi konsumsi garam berlebih.
  • Membatasi makanan ultra-proses dan tinggi lemak.
  • Menghindari konsumsi alkohol berlebihan.
  • Menjaga kualitas tidur yang cukup.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Berhenti merokok.

Kombinasi berbagai langkah tersebut dapat membantu meningkatkan efektivitas pengendalian tekanan darah.

Tetap Konsultasi dengan Dokter

Bagi penderita hipertensi atau mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung, konsultasi dengan dokter tetap diperlukan sebelum memulai program olahraga baru.

Tenaga medis dapat membantu menentukan jenis dan intensitas latihan yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Penting untuk diingat bahwa olahraga bukan pengganti pengobatan. Penderita hipertensi tetap harus mengikuti anjuran dokter dan tidak menghentikan konsumsi obat tanpa konsultasi terlebih dahulu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online