MacSync Menyusup ke Mac, Begini Modus Malware Curi Data
MacSync versi terbaru mengincar pengguna Mac dengan infostealer dan backdoor. Password, data browser, kripto hingga Keychain dapat dicuri.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga banyak penderita tidak menyadari tekanan darahnya berada di atas batas normal.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan jutaan masyarakat Indonesia hidup dengan hipertensi. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 1,4 miliar orang di dunia mengalami kondisi serupa.
Para ahli menekankan bahwa pengendalian hipertensi tidak hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga perubahan gaya hidup, termasuk aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin.
Latihan Kombinasi dan HIIT Dinilai Efektif
Sebuah tinjauan sistematis yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine menganalisis puluhan penelitian yang melibatkan lebih dari seribu peserta dengan hipertensi.
Hasil kajian menunjukkan dua jenis latihan yang memberikan manfaat signifikan dalam membantu menurunkan tekanan darah, yakni latihan kombinasi dan High-Intensity Interval Training (HIIT).
Latihan kombinasi menggabungkan aktivitas aerobik, seperti berjalan cepat, berlari, atau bersepeda, dengan latihan kekuatan menggunakan beban atau resistance training.
Sementara itu, HIIT dilakukan melalui pola latihan intensitas tinggi yang diselingi periode istirahat singkat secara berulang.
Kedua metode tersebut dinilai mampu memberikan manfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah apabila dilakukan secara teratur dan sesuai kemampuan masing-masing individu.
Bagaimana Olahraga Membantu Menurunkan Tekanan Darah?
Aktivitas fisik memberikan sejumlah manfaat fisiologis yang berkontribusi terhadap pengendalian tekanan darah.
Beberapa di antaranya meliputi:
Dengan manfaat tersebut, olahraga tidak hanya membantu menurunkan tekanan darah, tetapi juga menjaga kesehatan kardiovaskular dalam jangka panjang.
Tidak Perlu Berjam-jam
Para ahli menyebut manfaat kesehatan dapat diperoleh tanpa harus berolahraga dalam durasi yang terlalu panjang.
Aktivitas fisik selama sekitar 30 hingga 45 menit per sesi sudah dapat memberikan dampak positif apabila dilakukan secara konsisten.
Yang terpenting adalah memilih jenis olahraga yang sesuai kondisi fisik dan dapat dijalankan secara rutin dalam kehidupan sehari-hari.
Gaya Hidup Sehat Tetap Diperlukan
Selain olahraga, pengendalian hipertensi perlu didukung dengan pola hidup sehat lainnya, seperti:
Kombinasi berbagai langkah tersebut dapat membantu meningkatkan efektivitas pengendalian tekanan darah.
Tetap Konsultasi dengan Dokter
Bagi penderita hipertensi atau mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung, konsultasi dengan dokter tetap diperlukan sebelum memulai program olahraga baru.
Tenaga medis dapat membantu menentukan jenis dan intensitas latihan yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Penting untuk diingat bahwa olahraga bukan pengganti pengobatan. Penderita hipertensi tetap harus mengikuti anjuran dokter dan tidak menghentikan konsumsi obat tanpa konsultasi terlebih dahulu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MacSync versi terbaru mengincar pengguna Mac dengan infostealer dan backdoor. Password, data browser, kripto hingga Keychain dapat dicuri.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.