Strategi Jitu Antar Antonelli Perlebar Jarak di Klasemen F1
Kimi Antonelli finis podium ketiga pada F1 GP Hungaria 2026 meski start dari posisi ketujuh. Hasil ini memperlebar keunggulannya di puncak klasemen Formula 1.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga banyak penderita tidak menyadari tekanan darahnya berada di atas batas normal.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan jutaan masyarakat Indonesia hidup dengan hipertensi. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 1,4 miliar orang di dunia mengalami kondisi serupa.
Para ahli menekankan bahwa pengendalian hipertensi tidak hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga perubahan gaya hidup, termasuk aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin.
Latihan Kombinasi dan HIIT Dinilai Efektif
Sebuah tinjauan sistematis yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine menganalisis puluhan penelitian yang melibatkan lebih dari seribu peserta dengan hipertensi.
Hasil kajian menunjukkan dua jenis latihan yang memberikan manfaat signifikan dalam membantu menurunkan tekanan darah, yakni latihan kombinasi dan High-Intensity Interval Training (HIIT).
Latihan kombinasi menggabungkan aktivitas aerobik, seperti berjalan cepat, berlari, atau bersepeda, dengan latihan kekuatan menggunakan beban atau resistance training.
Sementara itu, HIIT dilakukan melalui pola latihan intensitas tinggi yang diselingi periode istirahat singkat secara berulang.
Kedua metode tersebut dinilai mampu memberikan manfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah apabila dilakukan secara teratur dan sesuai kemampuan masing-masing individu.
Bagaimana Olahraga Membantu Menurunkan Tekanan Darah?
Aktivitas fisik memberikan sejumlah manfaat fisiologis yang berkontribusi terhadap pengendalian tekanan darah.
Beberapa di antaranya meliputi:
Dengan manfaat tersebut, olahraga tidak hanya membantu menurunkan tekanan darah, tetapi juga menjaga kesehatan kardiovaskular dalam jangka panjang.
Tidak Perlu Berjam-jam
Para ahli menyebut manfaat kesehatan dapat diperoleh tanpa harus berolahraga dalam durasi yang terlalu panjang.
Aktivitas fisik selama sekitar 30 hingga 45 menit per sesi sudah dapat memberikan dampak positif apabila dilakukan secara konsisten.
Yang terpenting adalah memilih jenis olahraga yang sesuai kondisi fisik dan dapat dijalankan secara rutin dalam kehidupan sehari-hari.
Gaya Hidup Sehat Tetap Diperlukan
Selain olahraga, pengendalian hipertensi perlu didukung dengan pola hidup sehat lainnya, seperti:
Kombinasi berbagai langkah tersebut dapat membantu meningkatkan efektivitas pengendalian tekanan darah.
Tetap Konsultasi dengan Dokter
Bagi penderita hipertensi atau mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung, konsultasi dengan dokter tetap diperlukan sebelum memulai program olahraga baru.
Tenaga medis dapat membantu menentukan jenis dan intensitas latihan yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Penting untuk diingat bahwa olahraga bukan pengganti pengobatan. Penderita hipertensi tetap harus mengikuti anjuran dokter dan tidak menghentikan konsumsi obat tanpa konsultasi terlebih dahulu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kimi Antonelli finis podium ketiga pada F1 GP Hungaria 2026 meski start dari posisi ketujuh. Hasil ini memperlebar keunggulannya di puncak klasemen Formula 1.
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.