Meta Siapkan Hatch untuk Tantang OpenAI di Pasar Agen AI
Meta dikabarkan segera meluncurkan Hatch, platform agen AI konsumen yang dipersiapkan untuk bersaing dengan OpenAI dan Anthropic. Simak fitur dan strateginya.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Tekanan ekonomi pada 2026 membuat banyak masyarakat harus lebih ketat mengatur pengeluaran. Pelemahan rupiah, kenaikan harga kebutuhan pokok, tarif listrik, transportasi, hingga tagihan rumah tangga membuat kondisi finansial keluarga semakin rentan.
Namun penyebab uang cepat habis sering kali bukan berasal dari pengeluaran besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan berulang setiap hari justru diam-diam menjadi sumber kebocoran finansial paling besar.
Dilansir dari New Trader U, pakar keuangan Steve Burns menyebut kesadaran finansial sederhana dapat membantu masyarakat bertahan di tengah kenaikan biaya hidup. Pola konsumsi modern yang serba praktis memang memudahkan aktivitas, tetapi juga membuat pengeluaran menjadi lebih sulit dikontrol.
Berikut lima kebiasaan kecil yang sering membuat kondisi keuangan cepat memburuk.
1. Terlalu Sering Pesan Makanan Online
Layanan pesan makanan online memang praktis, tetapi biaya tambahan seperti ongkos kirim, biaya layanan, dan markup harga makanan membuat pengeluaran membengkak tanpa terasa.
Jika dilakukan berkali-kali dalam seminggu, total pengeluaran makanan online bisa setara dengan belanja kebutuhan dapur beberapa hari.
Solusinya, mulai biasakan memasak sederhana di rumah. Tidak perlu menu rumit, yang penting lebih hemat dan sehat.
2. Langganan Digital yang Tidak Dipakai
Banyak orang lupa bahwa layanan streaming, penyimpanan cloud, musik, aplikasi olahraga, hingga platform meeting semuanya memotong saldo secara otomatis setiap bulan.
Biaya kecil Rp50 ribu hingga Rp100 ribu terlihat ringan, tetapi jika jumlah langganan terlalu banyak, totalnya bisa mencapai ratusan ribu rupiah setiap bulan.
Coba luangkan waktu memeriksa mutasi rekening dan hentikan layanan yang sudah jarang digunakan.
3. Belanja Impulsif karena Media Sosial
Iklan di media sosial kini sangat agresif dan disesuaikan dengan minat pengguna. Akibatnya, banyak orang membeli barang hanya karena tergoda promo atau tren viral.
Fenomena retail therapy membuat seseorang merasa lebih senang sesaat setelah belanja, meski barang tersebut sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
Untuk mengurangi kebiasaan ini, terapkan aturan menunggu 24 jam sebelum membeli barang non-prioritas.
4. Terlalu Cepat Ganti Gadget
Perusahaan teknologi terus merilis produk baru setiap tahun sehingga banyak orang merasa harus selalu upgrade ponsel atau laptop.
Padahal, perangkat berusia dua hingga tiga tahun umumnya masih cukup memadai untuk kebutuhan sehari-hari.
Masalah terbesar muncul ketika pembelian gadget dilakukan dengan cicilan yang justru menambah beban pengeluaran tetap setiap bulan.
Menunda upgrade gadget satu atau dua tahun lebih lama bisa menghemat jutaan rupiah.
5. Cicilan Digital dan PayLater
Layanan Buy Now Pay Later (BNPL) kini semakin populer karena menawarkan cicilan ringan dan proses cepat.
Namun ketika cicilan berasal dari banyak aplikasi sekaligus, tagihan bulanan bisa menjadi sulit dikendalikan.
Penggunaan PayLater yang tidak disiplin berisiko memicu denda, bunga tambahan, hingga jebakan utang konsumtif.
Gunakan cicilan digital hanya untuk kebutuhan penting dan pastikan total cicilan tidak melebihi 20 persen pendapatan bulanan.
Kebiasaan Kecil Bisa Berdampak Besar
Di era transaksi digital yang serba instan, pengeluaran kecil sering terasa tidak signifikan. Padahal jika dikumpulkan, nilainya bisa sangat besar dalam jangka panjang.
Membatasi pesan makanan online, menghentikan langganan tidak penting, menunda pembelian gadget, hingga lebih disiplin menggunakan cicilan dapat membantu menjaga kondisi finansial tetap sehat.
Mulailah mencatat pengeluaran harian dan membuat anggaran sederhana agar kondisi keuangan keluarga lebih stabil di tengah tekanan ekonomi yang terus meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meta dikabarkan segera meluncurkan Hatch, platform agen AI konsumen yang dipersiapkan untuk bersaing dengan OpenAI dan Anthropic. Simak fitur dan strateginya.
Kekeringan DIY 2026 disebut mirip kondisi 2023. BPBD mencatat 5,047 juta liter air telah disalurkan ke empat kabupaten.
DPUPKP Kota Jogja memperbaiki trotoar secara bertahap dan memastikan guiding block dipasang di lokasi yang memungkinkan bagi pejalan kaki.
RUU Perampasan Aset ditargetkan disahkan paling lambat 15 Desember 2026. Simak progres dan tahapan pembahasannya di DPR.
BMKG memperingatkan DIY berpotensi mengalami kekeringan hingga akhir 2026 akibat El Nino sangat kuat dan curah hujan yang minim.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mempersilakan masyarakat berdemo asal tertib dan tidak merusak. Ia juga mengingatkan soal pemberitahuan ke polisi.