IHSG Anjlok 1,72 Persen, Tertekan Bursa Global dan Saham Teknologi
IHSG melemah 1,72% ke 5.896,13 dipicu tekanan bursa global dan saham teknologi, investor tunggu data ekonomi domestik.
Lokasi Food and Drug Administration/FDA dipotret pada 11 Desember 2020 di Silver Spring, Maryland, Amerika Serikat. Antara/XIinhua/Ting Shen
Harianjogja.com, LOS ANGELES—Puluhan ribu botol obat anak jenis ibuprofen ditarik dari peredaran di Amerika Serikat setelah ditemukan indikasi kontaminasi dalam produk tersebut. Otoritas obat setempat mengklasifikasikan kasus ini sebagai penarikan dengan risiko kesehatan sedang yang tetap perlu diwaspadai.
Penarikan ini mencakup 89.592 botol Children's Ibuprofen Oral Suspension yang beredar secara nasional. Produk tersebut dilaporkan mengandung zat asing berupa benda menyerupai gel dan partikel hitam yang dikeluhkan oleh konsumen.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyebut penarikan dilakukan terhadap produk yang diproduksi oleh Taro Pharmaceuticals. Obat tersebut diketahui diproduksi di India oleh Strides Pharma Inc. sebelum didistribusikan ke pasar Amerika Serikat.
Produk yang terdampak memiliki konsentrasi 100 mg per 5 ml dalam kemasan botol 120 ml. Penarikan mencakup dua nomor lot, yakni 7261973A dan 7261974A, dengan tanggal kedaluwarsa hingga 31 Januari 2027.
FDA mengategorikan kasus ini sebagai penarikan Kelas II. Artinya, penggunaan produk berpotensi menimbulkan dampak kesehatan yang bersifat sementara atau dapat ditangani secara medis, sementara risiko efek serius dinilai relatif rendah.
Proses penarikan dilakukan secara sukarela oleh perusahaan dan mulai berjalan sejak 2 Maret. Hingga kini, proses tersebut masih berlangsung di berbagai wilayah distribusi.
Ibuprofen sendiri merupakan obat antiinflamasi nonsteroid yang umum digunakan untuk meredakan demam, nyeri, dan peradangan pada anak. Karena penggunaannya yang luas, temuan kontaminasi ini memicu perhatian terhadap keamanan obat yang beredar di pasaran.
Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan mutu dalam rantai produksi dan distribusi obat, terutama untuk produk yang dikonsumsi anak-anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IHSG melemah 1,72% ke 5.896,13 dipicu tekanan bursa global dan saham teknologi, investor tunggu data ekonomi domestik.
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.