Delapan Belas Bulan dalam Capaian dan Pekerjaan Rumah
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Ilustrasi kram otot kaki./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Sejumlah perubahan pada kaki bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan kesehatan serius. Konsultan bedah vaskular dan endovaskular Aster RV Hospital India, Dr. A. Arun Kumar, mengungkapkan enam gejala yang patut diwaspadai, mulai dari kaki bengkak, kram malam hari, hingga mati rasa berkepanjangan. Penjelasan ini disampaikan melalui siaran Hindustan Times, Jumat (16/1/2026).
Pembengkakan pada telapak, pergelangan, atau betis dapat menandakan terganggunya aliran darah maupun limfa. Dr. Kumar menjelaskan bahwa kondisi tersebut bisa berkaitan dengan gagal jantung, ketika jantung tidak memompa darah secara optimal sehingga cairan menumpuk di area kaki.
Selain gagal jantung, pembengkakan juga dapat berhubungan dengan bekuan darah, penyakit ginjal, atau sirosis. Bila bengkak muncul mendadak, memburuk, atau disertai sesak napas, pasien disarankan segera mencari pertolongan medis.
Kaki yang tetap dingin meski sudah dihangatkan dapat menjadi tanda penyakit arteri perifer (PAD), yakni penyempitan arteri yang mengurangi suplai oksigen ke kaki. Kondisi ini tak hanya menyebabkan kaki dingin, tetapi juga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Mereka yang memiliki hipotiroidisme, anemia, serta perokok aktif lebih rentan mengalami masalah ini.
Kram mendadak saat beristirahat juga bisa mencerminkan gangguan kesehatan tertentu. Menurut Dr. Kumar, kram dapat diperparah oleh dehidrasi, efek samping obat, atau ketidakseimbangan elektrolit.
Masalah lain seperti gangguan sirkulasi dan penyakit ginjal juga bisa memicu kram berulang. Jika kram sering mengganggu, pemeriksaan medis dianjurkan untuk mendeteksi kemungkinan gangguan pembuluh darah maupun saraf.
Perubahan warna kulit pada kaki, mulai dari cokelat kemerahan hingga ungu atau gelap, dapat menjadi tanda dermatitis stasis vena akibat insufisiensi vena kronis. Kondisi ini terjadi ketika darah menumpuk pada vena yang melemah.
Sementara itu, luka kecil yang tak kunjung sembuh dalam 7–10 hari patut dicurigai sebagai gejala diabetes, kata Dr. Kumar, terutama pada pasien usia lanjut.
Mati rasa atau sensasi seperti ditusuk jarum di kaki bisa disebabkan oleh kurang bergerak. Namun jika menetap, kondisi ini dapat menandakan neuropati diabetik, kerusakan saraf akibat kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang.
Dr. Kumar menegaskan bahwa neuropati diabetik bukan hanya komplikasi diabetes, tetapi juga indikator meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, meski tanpa keluhan nyeri.
Kemerahan tiba-tiba pada kaki jangan diabaikan karena bisa mengarah pada Deep Vein Thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam. Bekuan darah ini memerlukan intervensi medis segera karena dapat berpindah ke paru-paru dan membahayakan nyawa.
Risiko DVT meningkat pada orang yang jarang bergerak dalam waktu lama, baru operasi, atau menempuh perjalanan jauh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Gempa magnitudo 4,2 mengguncang laut selatan Malang. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara hanya sebagai undangan dalam rapat KSSK dan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.
DLH Gunungkidul mencatat 70 persen sampah di TPAS Wukirsari masih berupa sampah organik. Warga didorong memilah sampah dari rumah.
Josko Gvardiol resmi memperpanjang kontrak bersama Manchester City hingga 2031. Bek Kroasia itu ingin terus meraih prestasi bersama The Citizens.
PWI Pusat akan mencabut laporan terhadap Hotman Paris di Polda Metro Jaya setelah tercapai kesepahaman melalui mediasi yang difasilitasi Sufmi Dasco Ahmad.