Jejak Romusha Pekanbaru Dikenang, Keluarga Korban dari Belanda Datang
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Ilustrasi kram otot kaki./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Sejumlah perubahan pada kaki bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan kesehatan serius. Konsultan bedah vaskular dan endovaskular Aster RV Hospital India, Dr. A. Arun Kumar, mengungkapkan enam gejala yang patut diwaspadai, mulai dari kaki bengkak, kram malam hari, hingga mati rasa berkepanjangan. Penjelasan ini disampaikan melalui siaran Hindustan Times, Jumat (16/1/2026).
Pembengkakan pada telapak, pergelangan, atau betis dapat menandakan terganggunya aliran darah maupun limfa. Dr. Kumar menjelaskan bahwa kondisi tersebut bisa berkaitan dengan gagal jantung, ketika jantung tidak memompa darah secara optimal sehingga cairan menumpuk di area kaki.
Selain gagal jantung, pembengkakan juga dapat berhubungan dengan bekuan darah, penyakit ginjal, atau sirosis. Bila bengkak muncul mendadak, memburuk, atau disertai sesak napas, pasien disarankan segera mencari pertolongan medis.
Kaki yang tetap dingin meski sudah dihangatkan dapat menjadi tanda penyakit arteri perifer (PAD), yakni penyempitan arteri yang mengurangi suplai oksigen ke kaki. Kondisi ini tak hanya menyebabkan kaki dingin, tetapi juga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Mereka yang memiliki hipotiroidisme, anemia, serta perokok aktif lebih rentan mengalami masalah ini.
Kram mendadak saat beristirahat juga bisa mencerminkan gangguan kesehatan tertentu. Menurut Dr. Kumar, kram dapat diperparah oleh dehidrasi, efek samping obat, atau ketidakseimbangan elektrolit.
Masalah lain seperti gangguan sirkulasi dan penyakit ginjal juga bisa memicu kram berulang. Jika kram sering mengganggu, pemeriksaan medis dianjurkan untuk mendeteksi kemungkinan gangguan pembuluh darah maupun saraf.
Perubahan warna kulit pada kaki, mulai dari cokelat kemerahan hingga ungu atau gelap, dapat menjadi tanda dermatitis stasis vena akibat insufisiensi vena kronis. Kondisi ini terjadi ketika darah menumpuk pada vena yang melemah.
Sementara itu, luka kecil yang tak kunjung sembuh dalam 7–10 hari patut dicurigai sebagai gejala diabetes, kata Dr. Kumar, terutama pada pasien usia lanjut.
Mati rasa atau sensasi seperti ditusuk jarum di kaki bisa disebabkan oleh kurang bergerak. Namun jika menetap, kondisi ini dapat menandakan neuropati diabetik, kerusakan saraf akibat kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang.
Dr. Kumar menegaskan bahwa neuropati diabetik bukan hanya komplikasi diabetes, tetapi juga indikator meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, meski tanpa keluhan nyeri.
Kemerahan tiba-tiba pada kaki jangan diabaikan karena bisa mengarah pada Deep Vein Thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam. Bekuan darah ini memerlukan intervensi medis segera karena dapat berpindah ke paru-paru dan membahayakan nyawa.
Risiko DVT meningkat pada orang yang jarang bergerak dalam waktu lama, baru operasi, atau menempuh perjalanan jauh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Cuaca Jogja Sabtu ini berawan dengan potensi hujan lokal. BMKG ingatkan hujan bisa turun tiba-tiba siang–sore hari.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.