MK Putus 29 Uji Materi Hari Ini, Ada UU Kesehatan hingga Pilkada
Mahkamah Konstitusi menjadwalkan pembacaan putusan 29 perkara uji materi, termasuk UU Kesehatan, UU Pilkada, dan batas usia calon kepala desa.
Gula putih dan gula aren. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Konsumsi makanan tinggi gula tambahan menjelang malam dapat mengacaukan kualitas tidur karena memicu lonjakan gula darah dan mengganggu keseimbangan hormon pemicu rasa kantuk.
Dikutip dari Eating Well, Senin, makanan tinggi gula tambahan menyebabkan lonjakan dan penurunan gula darah sehingga sulit terlelap, meskipun demikian tidak semua gula sama.
“Gula alami ditemukan dalam makanan utuh yang juga mengandung serat, vitamin, dan mineral, sementara gula tambahan ditemukan pada makanan yang lebih halus dan ultraolahan,” kata Ahli Nutrisi Val Warner, MS, RD, CSSD, CPT.
Makanan tinggi gula tambahan seperti permen atau makanan panggang, gula darah akan naik dan tubuh melepaskan insulin untuk memindahkan glukosa tersebut ke dalam sel sebagai energi. Namun ketika gula darah naik tajam pada malam hari, hal ini dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Warner menambahkan, gula tambahan dalam jumlah tinggi menyebabkan lonjakan glukosa darah yang cepat, memicu pelepasan insulin untuk menurunkan kadar glukosa. Namun kadar gula yang turun dengan cepat maka tubuh dapat melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin untuk mengembalikan dan membuat merasa waspada, padahal tubuh ingin tidur.
Kondisi kortisol yang tetap tinggi pada malam hari mampu menunda peningkatan alami melatonin yang memberi sinyal pada tubuh bahwa sudah waktunya tidur. Ketidakseimbangan kortisol dan melatonin dapat membuat sulit rileks dan tertidur.
Ahli nutrisi Jenny Finke, MS, RDN, merekomendasikan pentingnya mempertimbangkan asupan gula terutama menjelang malam.
“Menjelang malam, pencernaan melambat dan sensitivitas insulin menurun sehingga tubuh lebih sulit mengelola gula dalam jumlah besar,” katanya.
Ia pun menyarankan setidaknya makan terakhir dilakukan dua hingga tiga jam sebelum tidur untuk memberikan waktu bagi pencernaan dan memproses gula atau karbohidrat yang terkandung dalam makanan.
“Jarak ini mendukung gula darah yang lebih stabil dan mendukung kualitas tidur,” tambah dia.
Bila kelaparan sebelum tidur atau melewatkan makan malam, Warner menyarankan untuk mengonsumsi camilan dengan kandungan protein, lemak sehat, serat, dan karbohidrat kompleks untuk membantu menjaga gula darah tetap stabil.
Puding biji chia juga bisa menjadi salah satu pilihan kaya serat dan protein yang membantu menjaga gula darah stabil, terutama bagi mereka yang ingin menghindari dampak makanan tinggi gula tambahan pada malam hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mahkamah Konstitusi menjadwalkan pembacaan putusan 29 perkara uji materi, termasuk UU Kesehatan, UU Pilkada, dan batas usia calon kepala desa.
Pendapatan Gunungkidul 2025 mencapai Rp2,067 triliun. PAD melampaui target, namun DPRD masih memberi sejumlah catatan untuk belanja dan infrastruktur.
Bulog telah menyerap 3,24 juta ton setara beras hingga 29 Juni 2026 dan memastikan penyerapan gabah petani terus dilakukan sepanjang tahun.
Proyeksi rupiah hari ini diperkirakan melemah di tengah penantian data ekonomi AS dan rilis neraca perdagangan serta inflasi Indonesia.
Peringatan Harganas 2026, Mendukbangga mengajak keluarga mengurangi ketergantungan gawai, menghidupkan meja makan, dan memperkuat peran ayah.
Dua pria yang viral karena melawan arus dan menantang pengendara di Jogja ditilang polisi usai menyerahkan diri ke Polresta Jogja.