Jadwal DAMRI YIA ke Jogja Senin 18 Mei Mei, Tarif Rp80.000
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Film Suka Duka Tawa tayang 8 Januari 2026. Komedi keluarga ini ditutupkan di JAFF 2025 dan dibintangi Rachel Amanda. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Film Suka Duka Tawa bisa menjadi salah satu alternatif hiburan bagi anda di awal tahun 2026 mendatang. Komedi keluarga berbasis stand up ini akan tayang mulai 8 Januari 2026 di bioskop.
Suka Duka Tawa turut diboyong di gelaran film bergengsi di JAFF 2025 di Jogja. Film ini diputar menjadi penutup di hari terakhir JAFF 2025 dan talk shownya diramaikan pengunjung JAFF Market 2025.
Suka Duka Tawa disutradarai oleh Aco Tenriyagelli. Diperankan oleh Rachel Amanda sebagai karakter Tawa, seorang stand up comedian yang punya kisah tragis di keluarganya. Selain itu ada Fahri diperankan Gilang Baskara, Rais oleh Arif Brata, dan Iyas yang diperankan oleh Bintang Emon. Kemudian Nazira C Noer, Mang Saswi, Abdel Achrian dan sederet artis lainnya.
Aco mengaku sebelum menggarap film tersebut ia telah melakukan riset hubungan keluarga antara anak dengan bapak. Karena dalam film tersebut ia berusaha mengubah relasi dalam keluarga yang kadang ada rasa canggung tersebut menjadi humor yang segar. Sehingga tidak hanya menyajikan suasana haru dalam keluarga, namun juga drama komedi yang siap mengocok perut penonton.
"Saya ingin membuat itu [relasi ayah dan anak] menjadi suasana yang fun, gembira melalui pendekatan komedi," katanya di JAFF Market, Senin (1/12/2025).
Aco mengaku bangga karena film tersebut menjadi debutnya sebagai seorang sutradara. Selama proses syuting berjalan lancar dan seluruh pemain mendukungnya dengan semangat untuk menjadikan Suka Duka Tawa menjadi humor pilih di awal tahun sekaligus membawa pesan penting hubungan anak dengan bapak.
Adapun Rachel Amanda sebagai pemeran utama sebagai seorang komika. Ia mengaku merasakan sebagai komika ternyata tidak mudah. Sebelum manggung harus benar-benar riset, belajar bahkan mengetahui latar belakang atau paling tidak siapa audiens yang akan dihibur.
"Ini cukup susah, karena ternyata komika harus menyiapkan materi sendiri, menulis, membangun cerita yang tidak membosankan. Bahkan sampai ke personal seseorang yang sedang kita bahas untuk diubah menjadi humor yang menarik, lumayan stres juga," ucapnya.
Ia pun harus turun secara langsung ke panggung untuk mendapatkan pengalaman secara langsung. Selain itu selama proses syuting ia mendapatkan banyak masukan dari Aco yang itu membuatnya sangat dimudahkan. "Karena dia [Aco] itu banyak idenya sehingga saya bisa mengikuti," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Sam Altman mengungkap Gen Z kini memakai ChatGPT sebagai penasihat hidup, berbeda dengan generasi tua yang masih menggunakannya seperti Google.