Magelang Siap Gelar Interhash, Distoria, dan SBY Cup 2026
Magelang siap gelar Interhash 2026, Distoria 2026, dan SBY Cup 2026. Pemkot pastikan kesiapan event internasional dan dampak ekonomi.
Foto ilustrasi hujan di perkotaan, dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.
Harianjogja.com, JOGJA—Temuan mikroplastik dalam air hujan di berbagai wilayah Indonesia membuat heboh akhir-akhir ini. Pakar medis mengungkap paparan mikroplastik tidak hanya berisiko bagi organ dalam tubuh, tetapi juga memberikan dampak serius terhadap kesehatan kulit.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Nafiah Chusniyati menjelaskan mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil. Partikel ini telah tersebar di berbagai elemen lingkungan, mulai dari udara, air, hingga tanah. Mikroplastik bisa masuk dalam siklus air dan menempel pada kulit manusia saat hujan turun.
"Mikroplastik dapat bersifat sebagai iritan atau alergen, terutama bagi orang yang sensitif atau pernah terpapar sebelumnya,” kata Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di RS PKU Muhammadiyah Gamping dalam rilis yang diterbitkan UMY Sabtu (8/11/2025).
Ia menambahkan paparan mikroplastik dapat menimbulkan reaksi peradangan pada kulit, seperti gatal, kemerahan, hingga lenting berair yang muncul beberapa hari setelah terpapar. Hal ini karena mikroplastik bisa bertindak sebagai iritan dan alergen. Dampaknya, penyakit yang muncul dapat berupa dermatitis, baik dermatitis atopik maupun numularis.
"Ketika mantel kulit terganggu, bakteri juga lebih mudah masuk sehingga dapat timbul infeksi seperti impetigo atau folikulitis,” katanya.
Selain efek jangka pendek, paparan mikroplastik juga berpotensi menyebabkan kerusakan jangka panjang pada struktur kulit, khususnya pada kolagen, protein penting yang menjaga kekenyalan dan elastisitas kulit. Mikroplastik yang menembus ke lapisan dalam kulit dapat mengganggu fungsi kolagen. Akibatnya kulit menjadi kering, elastisitas menurun, dan tanda-tanda penuaan seperti kerutan muncul lebih cepat.
Menurutnya paparan mikroplastik dengan konsentrasi tinggi dan terus-menerus bahkan dapat mencapai DNA sel kulit, sehingga berpotensi memicu perubahan seluler yang dapat menyebabkan kanker kulit. "Meski pun itu prosesnya berlangsung sangat lama," katanya.
Guna mencegah dampak buruk tersebut, ia mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan kulit sekaligus mengurangi sumber mikroplastik di kehidupan sehari-hari. Langkah paling dasar adalah memastikan fungsi barier kulit tetap baik dengan menggunakan pembersih yang lembut.
Ia menyarankan untuk menghindari penggunaan sabun dengan kandungan alkohol tinggi atau antiseptik berlebihan karena dapat mengikis lemak pelindung kulit. Setelah mandi, penggunaan pelembap juga penting agar kulit tetap lembap dan berfungsi optimal sebagai pelindung alami tubuh.
Selain perawatan diri, Nafiah juga mengingatkan pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta memilih bahan plastik yang lebih aman seperti PET, HDPE, atau PP.
“Hindari juga produk skincare yang mengandung mikroplastik, seperti scrub dengan partikel sintetis. Gunakan bahan alami sebagai alternatif, misalnya kopi atau garam,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Magelang siap gelar Interhash 2026, Distoria 2026, dan SBY Cup 2026. Pemkot pastikan kesiapan event internasional dan dampak ekonomi.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut secara signifikan. Ketahui penyebab, dampak, dan cara menurunkannya menurut dokter.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.