Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Remaja bermain ponsel - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Menurut Psikolog Universitas Gadjah Mada, Novi Poespita Candra, pencegahan narkoba paling efektif bukan dimulai dari aparat hukum, tapi dari keluarga yang mampu menciptakan kehangatan dan keterbukaan sejak dini.
Menurut Novi, keluarga punya peran besar dalam membentuk nilai, sikap, dan kebiasaan seseorang sejak kecil.
“Edukasi apapun yang baik, termasuk soal bahaya narkoba, seyogyanya dimulai sejak dini. Lingkungan keluarga adalah tempat paling utama belajar apa saja termasuk persepsi dan sikap terhadap obat-obatan atau narkoba,” kata Novi, Selasa (4/11/2025).
Ia menjelaskan, anak-anak belajar sangat cepat dari apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan di rumah. Hal-hal yang dialami sejak kecil bisa membentuk bawah sadar dan sistem nilai yang melekat seumur hidup.
Novi menambahkan, relasi dalam keluarga atau pasangan juga berperan penting dalam menentukan seseorang rentan atau tidak terhadap penyalahgunaan narkoba.
“Hubungan yang hangat dan terbuka justru bisa menjadi pelindung, sementara relasi yang penuh konflik dapat menjadi pemicu penggunaan,” jelasnya.
Untuk itu, Novi menyarankan agar keluarga aktif menciptakan kegiatan positif bersama, seperti berolahraga, beribadah, rekreasi, atau ikut kegiatan sosial. Aktivitas-aktivitas seperti ini tidak hanya memperkuat kebersamaan, tetapi juga memicu keluarnya hormon kebahagiaan seperti dopamin, oksitosin, serotonin, dan endorfin — yang bisa membuat seseorang merasa bahagia tanpa harus mencari pelarian dari narkoba.
“Jika keluarga bisa menghadirkan rasa hangat, kasih sayang, dan kebersamaan, maka anggota keluarga tidak akan mencari kebahagiaan dari narkoba. Mereka sudah menemukannya dalam dirinya dan keluarganya,” pungkas Novi.
Diketahui, pernyataan Novi muncul setelah kasus terbaru yang menjerat musisi sekaligus aktor Onadio Leonardo alias Onad. Mantan vokalis Killing Me Inside itu diamankan oleh jajaran Polres Metro Jakarta Barat pada akhir Oktober 2025 atas dugaan penyalahgunaan narkoba.
Dalam proses penangkapan tersebut, istrinya, Beby Prisillia, juga sempat ikut diamankan untuk dimintai keterangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.