Kemenkeu Perpanjang Dana Rp281 Triliun di Himbara hingga Akhir 2026
Kemenkeu memperpanjang penempatan dana Rp281 triliun di Himbara hingga akhir 2026 dan menyiapkan dana siaga Rp100 triliun untuk menjaga likuiditas bank.
Petugas kesehatan memeriksa tekanan darah perempuan lanjut usia di Posyandu Lansia Bahagia Desa Doko, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis (12/6/2025). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani.
Harianjogja.com, JAKARTA—Stroke adalah kondisi serius yang terjadi ketika aliran darah menuju otak terganggu atau berkurang karena penyumbatan pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat dalam laporannya pada Mei 2024 menyampaikan bahwa stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian perempuan dan kondisi ini lebih sering terjadi semasa atau setelah menopause.
Artikel yang dipublikasikan di laman resmi Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa perubahan hormonal yang terjadi pada masa transisi menopause berpengaruh pada kesehatan kardiovaskular perempuan.
Faktor-faktor seperti obesitas, peningkatan lemak dalam darah, tekanan darah tinggi, perubahan komposisi lemak tubuh, dan penurunan kadar hormon estrogen dapat mendatangkan dampak yang kurang menguntungkan bagi kesehatan jantung, hati, dan vaskular.
Bertepatan dengan peringatan Hari Stroke Sedunia pada Rabu, ada baiknya mempelajari kembali faktor penyebab dan indikasi risiko stroke pada perempuan beserta langkah-langkah pencegahannya.
Sebagaimana dikutip dalam siaran Hindustan Times pada Selasa (28/10), Prof. Dr. Suryanarayana Sharma PM selaku konsultan ahli saraf senior dan spesialis stroke dari Departemen Neurologi Apollo Hospitals di Bangalore, India, menandai menopause sebagai "masalah kesehatan tersembunyi."
Dia mengatakan bahwa perempuan yang mengalami menopause sebelum berusia 40 tahun mungkin memiliki risiko 1,62 kali lebih tinggi terkena stroke. "Pergeseran hormonal, terutama penurunan estrogen, memainkan peran kunci dalam hal ini," katanya.
"Penurunan kadar estrogen mengurangi produksi oksida nitrat, yang menyebabkan disfungsi endotel, kekakuan arteri, dan hipertensi, yang merupakan faktor utama risiko stroke," ia menjelaskan.
Selain itu, dia mengemukakan, periode pascamenopause dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol total dan LDL serta penurunan HDL. "Hal ini mengakibatkan percepatan aterosklerosis dan penyempitan arteri serebral, yang merupakan predisposisi stroke iskemik," katanya.
Dia juga menyampaikan bahwa kadar estrogen yang rendah memicu peradangan, yang selanjutnya berpeluang memicu pembentukan gumpalan darah.
"Penurunan estrogen meningkatkan agregasi trombosit, meningkatkan kadar fibrinogen, dan memicu peradangan sistemik, sehingga menciptakan kecenderungan pembentukan bekuan darah," katanya.
Dr. Sharma mengatakan bahwa perubahan metabolisme yang terjadi pada perempuan selama menopause berpeluang memicu peningkatan risiko stroke.
"Menopause berkaitan dengan obesitas sentral, resistensi insulin, dan diabetes tipe 2," katanya, lalu menambahkan, "Hal ini semakin merusak pembuluh darah dan mengganggu aliran darah otak."
Dr. Sharma menyampaikan beberapa tanda-tanda indikasi stroke pada perempuan, antara lain nyeri pada wajah, lengan, atau kaki (terutama di satu sisi tubuh) serta kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan.
Tanda lainnya yakni kehilangan keseimbangan, masalah penglihatan, dan sakit kepala parah yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.
Menurut Dr. Sharma, sekitar 90 persen kejadian stroke dapat dicegah. Dia menyarankan penerapan gaya hidup sehat untuk menekan risiko stroke selama dan setelah menopause.
Berikut langkah-langkah yang dapat dijalankan untuk membantu mengurangi risiko stroke.
1. Mengontrol tekanan darah serta kadar gula darah dan kolesterol darah dalam rentang normal
2. Menerapkan pola makan bergizi seimbang yang kaya buah, sayur, biji-bijian utuh, dan protein rendah lemak untuk menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol tetap terkontrol
3. Melakukan aktivitas fisik teratur setidaknya 30 menit setiap hari
4. Menghindari merokok dan minuman beralkohol
5. Menjalani pemeriksaan kesehatan rutin untuk memantau tekanan darah serta kadar gula darah dan lemak dalam darah agar masalah kesehatan bisa dideteksi sejak dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenkeu memperpanjang penempatan dana Rp281 triliun di Himbara hingga akhir 2026 dan menyiapkan dana siaga Rp100 triliun untuk menjaga likuiditas bank.
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Refleksi Yogya Kembali mengajak masyarakat meneladani nilai perjuangan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda DIY.
Harga sawi sempat anjlok hingga Rp500 per kg. KWT Sehati Magelang mengolahnya menjadi keripik Kraukk! bernilai jual lebih tinggi.
Disdikpora Kota Jogja memperkuat pembinaan Pemuda Pelopor dan program YES BOSS untuk mencetak generasi muda inovatif dan berdaya saing.
Ekonom UMY menilai antrean Pertalite usai kenaikan harga Pertamax menunjukkan setiap masyarakat memiliki nilai ekonomi waktu yang berbeda.