10 Tips Hemat BBM untuk Mobil Matic, Bensin Lebih Irit
Harga BBM naik? Simak 10 tips hemat BBM untuk mobil matic, mulai dari menjaga tekanan ban hingga rutin servis agar konsumsi bensin lebih efisien.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Air kencing atau urine umum terjadi, namun dapat juga menandakan terjadi sesuatu dalam tubuh.
Dr. Shirley Koeh, seorang dokter pengobatan fungsional mengatakan gelembung dalam urin dapat terjadi karena berbagai alasan, dan tidak semuanya perlu dikhawatirkan. Dr. Koeh mencatat bahwa satu kali kejadian bukanlah tanda peringatan.
"Jika Anda mulai melihat gelembung dalam urin Anda, kami perlu tahu apakah ini adalah pertama kalinya atau terus berulang," kata dokter tersebut dilansir dari timesofindia
Jika itu hanya satu kali terjadi, maka yang harus Anda lakukan adalah mencoba untuk terhidrasi sebanyak mungkin. Jangan menahan kencing dan cobalah untuk buang air kecil sesering mungkin. Dan gelembung ini akan hilang.
Namun, melihat gelembung dalam urine sering kali dapat menandakan adanya protein dalam urine.
Menurutnya, jika gelembung tetap ada meskipun sudah terhidrasi dan buang air kecil, pengujian protein dalam urine penting dilakukan. Ia mencatat bahwa dua tes dapat membantu memastikan hal ini.
BACA JUGA: Teh Sumber Polifenol yang Kaya Manfaat untuk Kesehatan, Ini Penjelasannya
“Cara paling akurat untuk mengetahuinya adalah dengan mengirimkan urine ke lab untuk mengetahui apakah ada mikroalbumin, yang merupakan protein kecil yang akan ada dalam urine Anda,” kata dokter tersebut.
Tes kedua adalah melakukan tes dipstick urine, yang dapat dilakukan di rumah.
Protein dalam urin, yang juga dikenal sebagai proteinuria atau albuminuria, adalah adanya protein berlebih dalam urin. Mengidentifikasi protein dalam urin merupakan langkah penting dalam menentukan apakah evaluasi medis lebih lanjut diperlukan.
Adanya protein dalam urin dapat disebabkan oleh berbagai alasan. Yang pertama adalah hipertensi, atau tekanan darah tinggi, yang dapat membebani ginjal dan menyebabkan kebocoran protein. Yang kedua adalah diabetes, suatu kondisi yang dapat merusak fungsi ginjal seiring waktu, yang mengakibatkan proteinuria.
Penyebab lainnya adalah penyakit ginjal, yang dipicu oleh obat-obatan tertentu, yang dikenal sebagai kerusakan ginjal akibat obat. “Jadi pastikan Anda memeriksa tekanan darah untuk hipertensi atau bahkan memeriksa darah Anda untuk diabetes dan menyingkirkan kemungkinan penyakit ginjal akibat obat-obatan,” dokter memperingatkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga BBM naik? Simak 10 tips hemat BBM untuk mobil matic, mulai dari menjaga tekanan ban hingga rutin servis agar konsumsi bensin lebih efisien.
Selain Mitsubishi Pajero Sport, ada sejumlah SUV bekas yang layak dilirik seperti Toyota Fortuner, Isuzu mu-X, Ford Everest, dan Chevrolet Trailblazer.
Persib Bandung lolos ke semifinal Piala Presiden 2026 usai kalahkan DPMM FC 1-0. Gol Balsa Sekulic dari bola muntah penalti dan pujian untuk pemain muda.
Janice Tjen/Shuai Zhang lolos ke perempat final DC Open 2026 usai kalahkan Rakhimova/Wu 2-0. Siap hadapi pemenang Miyu/Olmos atau Mihalikova/Watson!
Roberto Mancini dikabarkan kembali menjadi pelatih Timnas Italia. Arsitek juara Euro 2020 itu dipercaya memimpin proyek baru Gli Azzurri di tengah dinamika fede
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro ditangkap KPK dalam OTT pada Selasa malam. Simak profil, perjalanan karier, serta laporan harta kekayaannya yang mencapai Rp21,