Drag Bike Sleman 2026 Jadi Magnet Sport Tourism, Catat Tanggalnya
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Penyembelihan hewan kurban di RPH Giwangan - Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Dalam kalender Hijriyah, Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Hari Raya Iduladha, yaitu tanggal 11-13 Dzulhijjah atau Sabtu-Senin 7-9 Juni 2025 untuk kalender Masehi.
Ketiga hari tersebut memiliki makna dan aturan khusus dalam agama Islam. Selama hari tasyrik, banyak ibadah dan larangan tertentu yang dianjurkan sehingga umat Muslim perlu memahami pentingnya momen ini.
BACA JUGA: Waktu dan Niat Puasa Arafah serta Keutamaannya
Berikut simak penjelasan singkat sejarah hari tasyrik, makna dan amalan yang dianjurkan.
Secara bahasa, "Tasyrik" berasal dari kata Arab "syarraqa" yang berarti menjemur atau menghadap ke arah sinar matahari. Pada masa Rasulullah SAW, umat Islam menjemur daging kurban di bawah sinar matahari untuk diawetkan, sehingga hari-hari tersebut dikenal sebagai hari Tasyrik.
Hari Tasyrik juga merupakan waktu yang diperbolehkan bagi umat Islam untuk menyembelih hewan kurban, sebagai bagian dari ibadah yang dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Adha.
Rasulullah SAW melarang umat Islam untuk berpuasa pada hari-hari Tasyrik. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:
"Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah." (HR. Muslim)
Larangan ini bertujuan agar umat Islam dapat menikmati hidangan dari daging kurban dan memperbanyak dzikir serta ibadah lainnya.
Puasa pada hari-hari ini dilarang karena merupakan hari raya bagi umat Islam, yang identik dengan kebahagiaan dan syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
Meskipun berpuasa tidak diperbolehkan, umat Islam dianjurkan untuk:
- Memperbanyak dzikir: Membaca takbir, tahmid, dan tasbih sebagai bentuk syukur dan pengagungan kepada Allah.
- Menyembelih hewan kurban: Bagi yang belum melaksanakan kurban pada Hari Raya Idul Adha, hari Tasyrik adalah kesempatan untuk melakukannya.
- Bersedekah: Membagikan daging kurban kepada yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial.
- Bersilaturahmi: Mengunjungi keluarga, tetangga, dan sahabat untuk mempererat hubungan sosial.
Dapat disimpulkan, Hari Tasyrik adalah waktu yang istimewa dalam Islam, di mana umat Islam dianjurkan untuk menikmati hidangan dari daging kurban, memperbanyak dzikir, dan melaksanakan ibadah lainnya.
Larangan berpuasa pada hari-hari ini merupakan bagian dari syariat untuk menjaga semangat kebersamaan dan syukur atas nikmat Allah SWT.
Dengan memahami makna dan hikmah di balik Hari Tasyrik, diharapkan umat Islam dapat menjalani hari-hari tersebut dengan penuh keberkahan dan ketaatan.
Hari Tasyrik bukan sekadar perpanjangan dari Idul Adha, tetapi juga momen refleksi spiritual untuk memperkuat keimanan dan kepedulian sosial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Ramalan zodiak 13 Agustus 2026 untuk asmara, karier, dan keuangan. Ada 5 zodiak yang rentan bosan dengan pasangan. Simak prediksi lengkapnya di sini
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.