Demo Ojol Jogja Hari Ini, Berikut Ini Tuntutan Driver Online
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Pemeran film Komang berfoto bersama penonton di biokop. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Film Komang yang diangkat dari kisah nyata kehidupan cinta Raim Laode dengan sang istri, Komang Ade Widiandari sudah ditonton lebih dari 540 ribu orang. Film ini mulai tayang perdana di bioskop sejak 31 Maret 2025.
Film Komang diadopsi dari kisah perjuangan cinta komika, Raim Laode kepada Komang Ade Widiandari. Raim Laode atau Ode adalah seorang pemuda asal Buton yang jatuh cinta kepada perantau asal Bali Komang Ade Widiandari atau Ade.
Kisah cinta keduanya sempat diuji dengan berbagai ragam kehidupan, mulai dari perbedaan status sosial, kehadiran pria lain hingga terkait keimanan. Meski demikian keduanya dapat mengarunginya. Ode merantau ke Jakarta untuk mewujudkan mimpinya.
BACA JUGA: Pangku, Film Indonesia yang Tembus Cannes Film Festival
Pemeran film ini antara lain Kiesha Alvaro sebagai Raim 'Ode', Aurora Ribero sebagai Komang, Cut Mini Theo sebagai ibunda Ode, Mathias Muchus sebagai ayah Ode, Adzando Davema sebagai Arya, Rhesa Putri sebagai Kadek dan sejumlah artis lainnya.
Raim Laode menuturkan film Komang sudah ditonton lebih dari 500 ribu orang di berbagai bioskop seluruh Indonesia. Ia memastikan para penonton datang karena tertarik akan kisah tulis perjalanan cinta dalam film tersebut.
"Per hari ini sudah ada 500 ribu penonton, tentu kami sangat berterima kasih, karena mendapatkan perhatian luas biasa," kata Raim kepada wartawan di sela menyapa penonton di XXI, Sabtu (5/4/2025).
Ia mengajak penonton untuk memandang perbedaan sebagai sesuatu yang layak untuk dirayakan. Sebaliknya jangan berjuang untuk melawan perbedaan. "Tapi merayakan perbedaan. Bedanya yang dirayakan supaya bagus hidupmu,” ujarnya.
Keisha mengaku sempat kesulitan memerankan Ode karena harus mempelajari detail karakter dari sosok Raim Laode. Bukan hanya soal logat namun juga pandangan Raim terkait kehidupan. “Cukup kesulitan mempelajari logat kemudian karakter khususnya pandangan beliau soal hidup, soal kariernya, soal lagu Komang dan segala macam,” ucapnya.
BACA JUGA: Bio One dan Febby Rastanty Jadi Aktivis Kampus di Film Sampai Nanti, Hanna!
Pesan menghargai perbedaan dalam film ini sangat jelas, di mana Raim Laode yang secara rutin berkirim dupa untuk sembahyang ibunda Komang. Di sisi lain ibunda Komang juga sering berbagi di Masjid terdekat.
"Memang paket dupa untuk berdoa pada Meme [ibunda Komang] masih terus dilakukan Raim sampai hari ini. Termasuk kebiasaan berbagi di masjid dekat rumahnya, masih juga dilakukan saat ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.