Indonesia Hanya Punya 66 Dokter Aritmia untuk 280 Juta Penduduk
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Ilustrasi seblak.ist/freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Rutin makan seblak atau makanan yang mengandung vetsin lainnya secara tidak langsung dapat mempengaruhi kesehatan ginjal manusia.
Hal itu disampaikan dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Hermina Bitung, Lingga Ramot Gumelar. “Bila asupan garam dan gula ini dikonsumsi secara berlebihan, tentunya akan memicu penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes,” kata Lingga dikutip dari Antara, Sabtu (8/2/2025)
BACA JUGA: Mengenal Food Noise dan Cara Mengatasi Agar Kita Tidak Tergoda
Menanggapi kebiasaan masyarakat usia muda yang gemar memakan seblak dan minuman manis, Lingga menyebut makanan tersebut dapat meningkatkan risiko terkena penyakit hipertensi dan diabetes, yang saat ini kasusnya terbilang semakin meningkat.
Mengutip data dari International Diabetes Federation (IDF), pada 2021 Indonesia menduduki peringkat kelima negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak yakni 19,5 juta orang. Jumlah itu diprediksi bakal meningkat jadi 28,6 juta orang pada 2045.
Sementara data Kementerian Kesehatan yang diperoleh dari Survei Nasional tahun 2018, prevalensi penderita hipertensi di Indonesia sudah menyentuh angka 34,1 persen.
Lingga melanjutkan kedua penyakit kronis tersebut merupakan pencetus dari terjadinya gagal ginjal. Sebab ginjal bakal bekerja lebih keras untuk mengurai segala bentuk racun atau limbah hasil dari makanan yang telah dikonsumsi sebelumnya.
BACA JUGA: Ini Manfaat Alpukat dan Ragam Olahan Makanannya
Walaupun demikian, Lingga menyebut bagian tubuh yang pertama kali terdampak dari keseringan mengonsumsi seblak dan makanan bervetsin lainnya adalah lambung yang berujung pada gangguan sistem pencernaan, misalnya seperti asam lambung yang meningkat.
“Jika kita memaksakan konsumsi makanan pedas secara berlebihan, tentunya akan menyebabkan iritasi pada lambung. Memang tidak secara langsung ke ginjal, tapi, pencernaan seperti lambung yang justru langsung terdampak,” ujar Lingga.
Dia menyarankan agar masyarakat rutin mengonsumsi air putih dan harus mulai mengurangi asupan gula, garam dan lemak secara berlebihan. Rajin beraktivitas fisik seperti berjalan kaki, lari kecil atau melakukan kardio bagi masyarakat yang berusia muda juga disarankan.
“Olahraganya tergantung kelompok usia, ya. Kalau usia 40 tahun ke atas itu harus dibatasi dan lebih ringan saja. Tapi, kalau usianya lebih muda bisa bulu tangkis, basket, sepak bola,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.