Guru Besar UI Menyoroti Tantangan Penanganan Kanker

Newswire
Newswire Senin, 27 Januari 2025 12:17 WIB
Guru Besar UI Menyoroti Tantangan Penanganan Kanker

Ilustrasi/Ist

Harianjogja.com, JAKARTA—Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Fisika Radioterapi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) Profesor Supriyanto Ardjo Pawiro menyoroti tantangan besar yang dihadapi Indonesia terkait pengelolaan kasus kanker dan layanan terapi kanker.

"Layanan radioterapi memegang peranan penting, baik dalam penanganan kanker kuratif maupun paliatif, dengan kontribusi mencapai 50 persen," ujar Prof. Supriyanto, Senin (27/1/2025).

Berdasarkan data Global Cancer Observatory (Globocan), pada 2022 Indonesia mencatat lebih dari 408.661 kasus kanker baru dengan 242.099 kematian. Tanpa intervensi signifikan, jumlah ini diperkirakan melonjak hingga 63 persen pada 2040.
Namun, ia menegaskan bahwa radioterapi juga memiliki risiko yang harus ditangani dengan perencanaan matang.

Audit dosimetri menjadi elemen kunci untuk memastikan akurasi dan keselamatan dalam pelayanan radioterapi. "Audit dosimetri dapat menjamin bahwa dosis radiasi yang diterima pasien sesuai dengan perencanaan, sekaligus meminimalkan risiko kesalahan dalam terapi," ucapnya.

Ia menyerukan pentingnya peran Fisikawan Medik dalam mengelola kendali mutu alat radioterapi, baik melalui audit internal maupun eksternal. Dengan berbagai penelitian sebelumnya, termasuk yang berfokus pada kalibrasi dosimetri dan standar internasional, Prof. Supriyanto terus mendorong peningkatan kualitas layanan radioterapi di tanah air.

"Pemerintah melalui Badan Pengawas Tenaga Nuklir perlu mengamandemen peraturan agar fungsi ini dijalankan secara optimal. Sinergi antara pemerintah, rumah sakit, dan laboratorium dosimetri akan sangat menentukan kualitas layanan radioterapi di Indonesia," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online