Tribun GOR Satria Purwokerto Ambruk, 75 Penonton Jadi Korban
Tribun VIP GOR Satria Purwokerto ambruk saat Drift Speed Fest. Sebanyak 75 penonton luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit.
Memanaskan makanan di microwave. - Foto dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Memanaskan makanan dengan microwave selama ini kerap dilakukan dan dianggap aman. Namun para ahli mengatakan hal itu mungkin bukan langkah terbaik.
Ditulis laman New York Post, Sabtu (18/1/2025), oven microwave dapat memasak makanan secara tidak merata dan meninggalkan "titik dingin", sehingga bakteri berbahaya dapat bertahan hidup selama proses pemanasan ulang, menurut Universitas Negeri Michigan.
Selain itu, makanan yang dipanaskan ulang dengan microwave tidak selalu terasa enak. Sisa makanan bisa menjadi kering atau terlalu matang. Berikuti ini makanan yang tidak baik dipanaskan kembali menggunakan microwave.
Dikenal sebagai sumber protein yang kaya, telur rebus adalah camilan cerdas dan mudah dibawa. Namun para ahli makanan menyarankan untuk memakannya dalam keadaan dingin daripada menggunakan microwave untuk menghilangkan rasa dinginnya.
"Jangan sekali-kali memanaskan telur rebus di microwave, Melakukan hal itu menyebabkan uap dan tekanan terbentuk di putih telur, dan dapat menyebabkan letusan saat telur dipotong," kata seorang ahli diet terdaftar di Nutley, New Jersey Amanda Holtzer.
"Letusan ini dapat terjadi di microwave, di piring Anda atau, yang lebih menakutkan, di mulut Anda saat Anda menggigit telur," kata Holtzer kepada Fox News Digital.
Karena vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air yang sangat sensitif terhadap panas, hindari penggunaan microwave untuk makanan yang kaya akan vitamin ini, kata Holtzer. “Saat terkena panas, vitamin C akan rusak dan hancur,” ungkapnya.
Makanan yang kaya akan vitamin C antara lain brokoli, paprika, beri, dan sayuran berdaun hijau. Untuk menjaga integritas vitamin C dalam makanan ini, Holtzer menyarankan untuk mengonsumsinya mentah sesering mungkin.
BACA JUGA: Trans Jogja Listrik Mulai Diuji Coba, Beroperasi Gratis Setahun Mulai Pukul 08.00 WIB
Dari sudut pandang keamanan pangan, memanaskan kembali ayam biasanya sangat aman. Namun, dari sudut pandang kontrol kualitas, ia akan merekomendasikan agar ayam tidak dipanaskan kembali.
“Jika ayam disimpan di lemari es setelah dimasak, lemak dalam daging dapat teroksidasi, yang dapat mengubah struktur kimia ayam dan karenanya rasanya," kata Holtzer.
"Lalu, ketika dipanaskan kembali, semua cairan yang ada di dalam ayam akan menguap, sehingga menghasilkan ayam dengan rasa dan tekstur yang tidak enak.”
Sebaliknya, dengan sisa ayam, Holtzer menyarankan untuk mengolahnya kembali menjadi resep yang tidak memerlukan pemanasan ulang, seperti sandwich atau salad ayam wrap.
Memanaskan kembali makanan laut bukanlah hal yang baik, kata Holtzer. Salah satunya ikan. Panas yang tinggi dari microwave dapat menyebabkan kadar air dalam ikan menguap dengan cepat, yang dapat menyebabkan teksturnya menjadi sangat kering dan kenyal.
Dari sudut pandang kuliner, Jim Nuetzi, kepala koki perusahaan untuk Valor Hospitality di Atlanta, Georgia, setuju bahwa memasukkan makanan laut ke dalam microwave tidak akan memberikan hasil terbaik.
"Makanan laut sama sekali tidak cocok untuk saya. Sangat sulit untuk memanaskan kembali makanan laut tanpa mengalami beberapa efek samping, tetapi memanaskan kembali makanan laut dalam microwave khususnya akan membuatnya kering," kata Nuetzi.
Jika Anda memiliki sisa steak dari makan malam di restoran bagus dan ingin memanaskannya kembali dalam microwave keesokan harinya, Anda tidak akan menikmati pengalaman gourmet yang sama pada hari kedua atau ketiga, kata para ahli.
"Memanaskan kembali daging steak dapat menyebabkannya kehilangan tekstur dan rasa empuknya karena panas tambahan cenderung mengeringkan daging dan membuatnya alot,” kata Nuetzi.
“Selain itu, pemanasan ulang sering kali menghasilkan suhu yang tidak merata. Beberapa bagian daging steak mungkin menjadi terlalu matang, sementara bagian lainnya tetap dingin."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tribun VIP GOR Satria Purwokerto ambruk saat Drift Speed Fest. Sebanyak 75 penonton luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit.
Harga Bright Gas resmi turun di DIY dan Pulau Jawa. Bright Gas 12 kg kini Rp220.000 dan 5,5 kg Rp103.000 per tabung mulai Juli 2026.
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI
Subaru membentuk divisi khusus mobil sport untuk menghidupkan kembali DNA performa yang selama ini identik dengan WRX STI. Penggemar kini menanti gebrakan besar
Timnas Indonesia menghadapi Kamboja pada laga perdana Grup A Piala AFF 2026. John Herdman dan Nadeo Argawinata optimistis Garuda mampu membuka turnamen dengan k
Meta resmi meluncurkan Facebook Verified, fitur verifikasi akun gratis melalui video selfie. Simak cara mendapatkan lencana verifikasi dan perbedaannya dengan M