13 Anak Bajang Diruwat di Dieng, Ada yang Minta Kambing hingga Motor Trail
Ruwatan 13 anak bajang dalam Dieng Culture Festival 2026 diwarnai kisah Laira dan permintaan unik anak-anak berambut gimbal di Dieng.
Ilustrasi katarak./ Ist - halodoc.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Katarak tidak hanya dialami orang dewasam, namun juga dapat terjadi pada anak-anak yang dapat mengganggu penglihatannya.
Katarak adalah suatu kondisi di mana protein dalam lensa mata rusak sehingga menjadi keruh, yang menyebabkan penglihatan kabur atau tidak jelas.
Katarak dapat berkembang pada anak-anak disebabkan dari faktor bawaan, di mana beberapa anak terlahir dengan katarak dari masalah perkembangan, atau infeksi selama kehamilan.
Penyebab lain katarak pada anak terjadi karena trauma mata, peradangan, dan terjadi karena penggunaan steroid atau obat tetes mata.
Katarak dapat memengaruhi anak kecil dan anak muda secara berbeda, sehingga penting untuk mengidentifikasi tanda-tandanya agar dapat dilakukan intervensi yang efektif. Berikut tanda awal katarak pada anak, seperti dilansir laman TimesofIndia, Senin (20/1):
Tanda awal katarak pada anak kecil
BACA JUGA: Deteksi Dini Gloukoma untuk Cegah Kebutaan
Tanda awal katarak pada anak muda
Pada anak yang lebih tua, tanda-tanda katarak pada mata yang tidak boleh diabaikan, seperti:
Dengan mengenali tanda-tanda awal ini, orang tua dapat segera memeriksakan kesehatan mata ke dokter sehingga memastikan anak-anak mendapatkan perawatan yang mereka perlukan untuk mengatasi potensi katarak.
Pengobatan katarak pada anak
Penanganan katarak pada anak-anak sering kali memerlukan intervensi bedah, meskipun penanganan non-bedah juga tersedia, tergantung pada kasusnya.
Biasanya melalui metode utama melibatkan pengangkatan lensa yang keruh dan menanamkan atau implantasi lensa intraokular (IOL).
Untuk katarak yang kecil atau tidak signifikan secara visual, diperlukan pendekatan dengan hati-hati, seperti melakukan pemantauan rutin untuk setiap perubahan penglihatan. Jika operasi belum diperlukan, kacamata atau lensa kontak dapat membantu hingga operasi diindikasikan.
Manajemen yang cermat dengan dilatasi farmakologis juga dapat dipertimbangkan, dengan mempertimbangkan potensi risiko komplikasi seperti ambliopia.
Ada beberapa faktor utama yang dapat memengaruhi keputusan pengobatan, seperti usia anak, jenis dan ukuran katarak, serta kondisi kesehatan yang menyertainya.
Waktu operasi sangat penting terutama pada bayi di bawah dua tahun, yang mungkin menghadapi risiko lebih tinggi terkait implantasi IOL. Apakah katarak bersifat bawaan atau didapat juga memengaruhi urgensi perawatan.
Penanganan jangka panjang setelah operasi sangat penting untuk memantau perkembangan penglihatan dan mencegah komplikasi seperti ambliopia.
Selain itu, diperlukan kontrol rutin dengan dokter mata untuk mendapatkan hasil penglihatan terbaik seiring dengan pertumbuhan anak.
Pendekatan komprehensif ini memaksimalkan potensi perbaikan penglihatan dan meningkatkan kualitas hidup anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ruwatan 13 anak bajang dalam Dieng Culture Festival 2026 diwarnai kisah Laira dan permintaan unik anak-anak berambut gimbal di Dieng.
DPRD Bantul mengingatkan keberadaan PSEL bukan alasan warga meningkatkan produksi sampah. Pengurangan dari sumber tetap harus dilakukan.
Kemarau panjang membuat pasokan ikan gabus di Kulonprogo anjlok dari 20-25 kg menjadi 5 kg per minggu. Pengepul terpaksa cari pasokan luar daerah.
Lomba wiru jarik dan permainan dakon digelar di Balai Budaya Tamanmartani, Sleman, Senin (31/8/2026).
PSIM Jogja menghadirkan season pass untuk 17 laga kandang Super League 2026/2027, dengan harga mulai Rp925.000.
FKPDAS DIY mendorong penyelesaian Pergub Insentif DAS tahun ini untuk memperkuat konservasi dan hubungan hulu-hilir.