Geopark Jogja Didorong Tembus Pengakuan Dunia
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menyiapkan berbagai langkah strategis agar Geopark Jogja dapat naik level menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp)
Ilustrasi./Freepik
BURMESO—Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Burmeso (idiburmeso.org) yang berada di Distrik Memberamo Tengah, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, menunjukkan komitmen luar biasa dalam memajukan kesehatan di wilayah yang terpencil dan dengan geografis sulit.
Keterbatasan fasilitas kesehatan menjadikan IDI Burmeso menjadi salah satu garda terdepan dalam memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan di daerah Burmeso.
Melalui berbagai program dan kegiatan yang dilakukan, peran dokter-dokter anggota IDI Burmeso menjadi sangat signifikan, tidak hanya dalam penyembuhan, tetapi juga dalam pencegahan dan edukasi kesehatan masyarakat.
Salah satu program unggulan yang dijalankan oleh IDI Cabang Burmeso adalah pelayanan kesehatan keliling, atau yang lebih dikenal dengan istilah "Dokter Keliling".
Program ini bertujuan memberikan akses kesehatan yang lebih mudah kepada masyarakat yang tinggal di daerah terpencil yang sulit dijangkau fasilitas kesehatan.
Para dokter, bersama dengan tenaga medis lainnya, melakukan perjalanan ke desa-desa dan kampung-kampung terpencil untuk memberikan layanan kesehatan dasar, pemeriksaan rutin, serta edukasi mengenai pola hidup sehat.
Program ini sangat dibutuhkan lantaran banyaknya desa yang belum memiliki fasilitas kesehatan yang memadai.
Dengan adanya pelayanan dokter keliling ini, masyarakat Burmeso dapat memeriksakan kesehatan mereka secara berkala, mengurangi angka kematian ibu dan anak, serta mendeteksi penyakit lebih awal.
Selain itu, IDI Burmeso juga aktif dalam kampanye vaksinasi untuk mencegah penyebaran penyakit menular seperti campak, polio, dan hepatitis.
Masyarakat di Papua, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau, sering kali memiliki kesulitan dalam mengakses vaksinasi yang penting untuk mencegah penyakit.
Oleh karena itu, IDI Burmeso bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk memastikan bahwa vaksinasi dapat dilakukan dengan lebih merata.
Tak hanya soal pelayanan medis, IDI Burmeso juga aktif dalam kegiatan edukasi kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat.
Para dokter anggota IDI Burmeso memberikan pelatihan kepada kader kesehatan di tingkat desa, agar mereka dapat memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan melakukan promosi kesehatan untuk mencegah penyakit di komunitas mereka.
Dengan meningkatkan kapasitas kader kesehatan lokal, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dalam menjaga kesehatan mereka.
Bagi masyarakat yang ingin tahu lebih banyak mengenai program serta kegiatan idiburmeso.org kunjungi laman resmi mereka di https://idiburmeso.org.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menyiapkan berbagai langkah strategis agar Geopark Jogja dapat naik level menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp)
Volkswagen menunda peluncuran Golf EV hingga akhir dekade sambil fokus mengembangkan lini mobil listrik seri ID.
Maverick Viñales kembali tampil di MotoGP Catalunya 2026 setelah absen tiga seri akibat operasi bahu.
Tips traveling aman saat gelombang panas agar terhindar dari dehidrasi, heatstroke, dan kelelahan selama liburan.
Oscar Piastri diingatkan agar tidak terburu-buru meninggalkan McLaren meski masuk radar Red Bull Racing.
Konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu performa seksual, mulai dari sulit ereksi hingga menurunnya sensitivitas tubuh.