Sentimen MSCI Tekan Nilai Tukar Rupiah, Dolar AS Tembus Rp18.021
Rupiah melemah ke Rp18.021 per dolar AS akibat sentimen rencana reklasifikasi MSCI dan inflasi AS yang melampaui ekspektasi pasar.
Ilustrasi siswa makan siang - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Guru besar di Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Profesor Rini Sekartini menyarankan sumber karbohidrat dalam menu Program Makan Bergizi Gratis untuk siswa sekolah tidak harus selalu nasi.
"Bisa diganti, boleh roti, boleh mie, boleh kentang, ubi," kata Rini di sela acara Media Scientific Workshop Seanuts II bersama Frisian Flag di Jakarta, Jumat (8/11/2024).
Rini mengatakan, makanan dengan kandungan karbohidrat setara nasi bisa menjadi pilihan dalam menyediakan sarapan atau makan siang gratis untuk siswa sekolah dalam Program Makan Bergizi Gratis yang akan dilaksanakan oleh pemerintah.
Takaran dan porsi sumber karbohidrat dalam menu makan siswa sekolah, menurut dia, dapat disesuaikan dengan rata-rata berat badan serta kebutuhan kalori harian anak.
Ia memberikan gambaran, kalau anak membutuhkan sekitar 1.500 kalori dalam sehari maka makanannya dalam sekali makan semestinya mengandung kurang lebih 400 kalori dari sumber karbohidrat dan protein serta tambahan kalori dari kudapan.
BACA JUGA: Ini Daftar Kebiasaan Buruk yang Bikin Masa Tua Gampang Sakit
Profesor Rini mengingatkan bahwa sebaiknya tidak ada dua jenis sumber karbohidrat dalam satu porsi makanan.
"Jadi cukup satu. Kalau protein boleh lebih dari satu sumber, misalnya telur dan ayam itu boleh," katanya.
Kalau ada penambahan sumber karbohidrat berupa ubi atau kentang dalam sajian makanan, ia melanjutkan, maka sebaiknya ditakar jumlahnya dan dihitung sebagai pengganti sebagian nasi.
"Jumlahnya harus ditimbang, biasanya makan berapa sendok nasi itu berapa gram, berapa kalori," katanya.
Dia mengemukakan bahwa mengganti nasi dengan sumber karbohidrat yang lain bisa melatih anak untuk mengenali dan merasakan beragam makanan.
Selain merancang pilihan dan takaran sumber karbohidrat, dalam menyiapkan menu makanan anak penyediaan sumber protein juga perlu diperhatikan.
Menurut Rini, anak usia dua tahun sampai remaja perlu mengonsumsi susu setidaknya 500 cc sehari.
Dia juga menyampaikan pentingnya memperhatikan pemenuhan kebutuhan gizi anak dalam penyediaan makanan guna menghindari masalah seperti obesitas, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan gangguan kesehatan yang lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah melemah ke Rp18.021 per dolar AS akibat sentimen rencana reklasifikasi MSCI dan inflasi AS yang melampaui ekspektasi pasar.
KPK mengusut dugaan korupsi dana darurat BNPB, termasuk pengadaan Rp148 miliar, dugaan suap, dan penyitaan barang bukti Rp5,47 miliar.
Itel A300+ menawarkan layar belakang 2,01 inci, baterai 7.000 mAh, Android 16 Go, dan kamera 13 MP. Simak spesifikasi lengkapnya.
Pertamina menyiapkan stok 48 juta liter BBM di Bali, 66 SPBU beroperasi 24 jam, serta pembatasan pembelian dan sistem ganjil-genap.
Harga BBM 17 Oktober 2026 di Pertamina, Shell, BP, dan Vivo belum berubah. Simak daftar harga bensin dan diesel terbaru.
Indonesia menguasai 85% potensi bahan baku rotan dunia. Menperin mendorong penguatan industri mebel untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing.