Baru Diterima, Motor Koperasi Baru di Wonogiri Nyungsep ke Sawah
Motor roda tiga KDKMP Desa Sukoharjo Wonogiri masuk sawah usai distribusi. Diduga pengemudi belum mahir, kerusakan ringan.
Cuplikan film Kromoleo Teror Satu Malam. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Film bergenre horror yang diambil dari cerita legenda urban atau urban legend asal Magelang tahun 1980 hingga 1990-an berjudul Kromoleo Teror Satu Malam mulai ditayangkan di bioskop 21 Agustus 2024.
Kromoleo merupakan sebutan untuk rombongan hantu pembawa keranda mayat yang disebut pernah terjadi di Desa Majenang pada 1994.
Mitos menyebut bahwa Kromoleo merupakan pertanda bahwa di desa tersebut ada orang yang akan meninggal.
Kemudian digambarkan bahwa Kromoleo merupakan sosok bertubuh kurus hampir tanpa daging yang selalu mengangkat keranda mayat.
Ia digambarkan memakai jubah hitam dan dianggap sebagai hantu pengantar jenazah yang menakutkan.
Diceritakan seorang perempuan bernama Zia (Ratu Sofya) tinggal jauh dari orang tuanya. Ia saat ini tinggal di kota.
Suatu hari, Zia memutuskan untuk pergi ke desa mengunjungi makam ibunya. Meskipun kedatangannya itu sempat dilarang oleh kakeknya, Danang (Tio Pakusadewo).
Ternyata ada rahasia yang tak boleh diketahui oleh Zia. Saat ia dating ke desa, ia juga mendapat penolakan dari warga.
Kepala desa kemudian meminta agar warga sembunyi di rumah dan melarang siapapun untuk keluar di malam hari.
Benar saja, pada malam itu Kromoleo pembawa keranda mayat muncul meneror desa. Dipercaya bahwa siapa saja yang melihat langsung Kromoleo akan mati.
Di desa itu, Zia yang ditemani oleh Dika (Abun Sungkar). Berdua mereka menuntut kakek Danang untuk memberikan jawaban atas alasan mengapa dirinya selama ini dilarang kembali ke desa setelah ayahnya menghilang.
Tak disangka Zia pun berhadapan dengan Kromoleo dan terungkap misteri yang selama disembunyikan darinya.
Tidak Terasa Menakutkan
Aktris pemeran Zia dalam film Kromoleo Teror Satu Malam Ratu Sofya mengatakan ia mendapatkan banyak pengalaman baru di film bergenre horor terbarunya ini mulai dari duduk di tempat monitor sutradara hingga peran dengan karakter baru.
“Kebetulan cuma di film ini aku sering banget duduk di (depan) monitor, biasanya aku pergi duduk tempat lain, karena aku ngerasa butuh bonding sama pemain lain, duduk bareng kita ngobrol, main kartu, makan, jadi monitor sutradara kita recokin,” kata Ratu saat berkunjung ke Antara Heritage Center belum lama ini.
Menurut Ratu cara seperti itu membuatnya bisa dekat dengan sutradara dan pemain lain sehingga suasana di tempat syuting menjadi lebih menyenangkan dan tidak terasa menakutkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Motor roda tiga KDKMP Desa Sukoharjo Wonogiri masuk sawah usai distribusi. Diduga pengemudi belum mahir, kerusakan ringan.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.