Kemenkeu Perpanjang Dana Rp281 Triliun di Himbara hingga Akhir 2026
Kemenkeu memperpanjang penempatan dana Rp281 triliun di Himbara hingga akhir 2026 dan menyiapkan dana siaga Rp100 triliun untuk menjaga likuiditas bank.
Spesimen serupa dengan Vampyroteuthis infernalis yang dikumpulkan pada September 2016 di kedalaman antara 800 dan 1.000 meter di Laut Cina Selatan. (ANTARA/Xinhua/HO Institut Oseanologi Laut Cina Selatan, Akademi Ilmu Pengetahuan China)
Harianjogja.com, JAKARTA—Sebuah spesies cumi-cumi vampir baru, yang merupakan spesies cumi-cumi vampir kedua yang diketahui di dunia kembali diidentifikasi ilmuan China. Ini termasuk binatang aneh yang ditemukan di dunia.
Penemuan tersebut dilakukan oleh para peneliti dari Institut Oseanologi Laut China Selatan di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).
Para peneliti mengumpulkan sebuah spesimen yang mirip dengan Vampyroteuthis infernalis (V. infernalis) dari kedalaman antara 800 hingga 1.000 meter di Laut China Selatan pada September 2016.
BACA JUGA: Seperti Mutan, Burung Merpati Viral di Internet karena Punya Bentuk Tubuh Aneh
Tim peneliti melakukan analisis morfologi dan filogenetik antara spesimen tersebut dengan V. infernalis. Hasilnya menunjukkan bahwa morfologi spesimen tersebut memiliki perbedaan yang signifikan dalam bentuk ekor, paruh bawah, dan posisi fotofor.
Analisis filogenetik dari sekuens DNA gen Mitochondrial COI (Cytochrome c Oxidase Subunit I) dan ribosom nuclear large subunit ribosomal (nLSU) menunjukkan adanya perbedaan jarak yang cukup jauh dan pemisahan yang jelas antara spesimen tersebut dengan V. infernalis.
Qiu Dajun, penulis utama studi tersebut menjelaskan bahwa V. infernalis pertama kali dideskripsikan oleh ahli biologi kelautan Jerman Carl Chun pada 1903, dan spesies ini biasanya hidup di kedalaman antara 600 hingga 900 meter di samudra Pasifik, Hindia, dan Atlantik yang beriklim sedang dan tropis, di mana konsentrasi oksigen rendah.
Spesies baru ini diberi nama Vampyroteuthis pseudoinfernalis Qiu, Liu & Huang, sp. nov. Studi ini dipublikasikan secara daring di jurnal Zoological Systematics.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenkeu memperpanjang penempatan dana Rp281 triliun di Himbara hingga akhir 2026 dan menyiapkan dana siaga Rp100 triliun untuk menjaga likuiditas bank.
Disdikpora Kota Jogja memperkuat pembinaan Pemuda Pelopor dan program YES BOSS untuk mencetak generasi muda inovatif dan berdaya saing.
Ekonom UMY menilai antrean Pertalite usai kenaikan harga Pertamax menunjukkan setiap masyarakat memiliki nilai ekonomi waktu yang berbeda.
WhatsApp menghadirkan fitur username yang memungkinkan pengguna mengobrol tanpa membagikan nomor telepon. Reservasi dibuka mulai pekan ini.
Kelurahan Keparakan menggelar penyuluhan HIV untuk mendorong deteksi dini, pencegahan, pengobatan ARV, serta menghapus stigma terhadap ODHIV.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa 30 Juni 2026. Tarif hanya Rp12.000 dengan rute langsung dari Malioboro ke Pantai Parangtritis.