New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Ilustrasi obat-obatan. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Massa otot yang ideal dapat diperoleh dengan olahraga, menjaga asupan makanan serta suplemen protein. Dari sekian obat, steroid juga dipercaya membantu meningkatkan massa otot. Lantas, amankah obat tersebut dikonsumsi?
Menurut Kementerian Kesehatan, steroid adalah obat yang memiliki senyawa dengan aktivitas antiperadangan dan juga mampu menekan sistem imunitas tubuh. Steroid umumnya diproduksi alami oleh tubuh pada kelenjar anak ginjal.
Adapun dalam bentuk obat (sintetis) terbagi menjadi dua golongan, topikal dan sistemik. Topikal obat yang berbentuk krim, salep atau bedak. Sedangkan, sistemik dikonsumsi lewat mulut atau suntikan.
Obat ini biasa diperuntukan untuk mengobati masalah pernapasan, persendian, persarafan, dan peradangan. Bahkan, obat ini dapat digunakan untuk membantu pasien setelah menjalani transplantasi organ tubuh.
Beberapa pengiat olahraga kerap memakai obat steroid lantaran dipercaya dapat meningkatkan massa otot. Dilansir WebMD, salah satu jenis obat steroid yang dikenal adalah steroid anabolik.
Steroid anabolik mendorong hormon testosteron untuk pertumbuhan otot. Obat ini akan mengaktifkan reseptor androgen sehingga membantu seseorang yang memiliki hormon testosterone rendah.
Obat ini juga membantu menghalangi sel kanker dan menurunkan kadar estrogen yang dapat mengobati kanker payudara. Selain itu, jumlah reseptor androgen di otot akan mengalami peningkatan.
Tak heran jika obat ini cukup melekat di kalangan olahragawan. Beberapa penggiat olahraga yang ingin membentuk otot ideal secara cepat biasanya menggunakan obat steroid.
Baca Juga
Ternyata Rokok Bisa Menghambat Perkembangan Otot
Tak Disadari, Massa Otot Kita Mulai Menurun di Usia 35
Wajib Tahu, Ini Tanda-Tanda Kehilangan Massa Otot saat Diet
Kesehatan Tubuh
Padahal, ketergantungan obat steroid memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan tubuh. Terlebih ketika penggunaannya tidak berdasarkan resep dokter.
Ada beberapa efek dari penggunaan obat tersebut, yaitu:
1. Hipertensi
2. Penyakit jantung
3. Kerusakan hati
4. Stroke
5. Darah menggumpal
6. Tumor
7. Autoimun
8. Hepatitis B dan C
9. Rentan terinfeksi
10. Gangguan otot (miopati)
11. Pengeroposan tulang (osteoporosis)
12. Alergi
13. Pengerutan kulit
14. Sensitif terhadap cahaya
15. Perubahan pigmen kulit
Oleh sebab itu, para dokter menyarankan untuk tidak menggunakan steroid untuk meningkatkan massa otot. Dokter merekomendasikan untuk berolahraga secara konsisten dengan asupan gizi seimbang.
Selain itu, berkonsultasi dengan dokter juga menjadi alternatif guna mengetahui kebutuhan asupan dan olahraga yang nantinya disesuaikan dengan kondisi tubuh, sehingga dapat memberikan hasil maksimal dan mengurangi risiko masalah kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.