UMY Tolak Bangun Dapur MBG di Kampus, Pilih Skema Akademik
UMY menolak pembangunan dapur MBG di kampus dan memilih mendukung program melalui riset dosen serta magang mahasiswa.
Ilustrasi Kebaya Indonesia - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Hari Kartini selalu mengingatkan kita dengan baju kebaya seperti yang dikenakan RA Kartini. Kini kebaya menjadi ciri khas perempuan Indonesia yang diakui oleh mata dunia.
Kebaya berasal bahasa Arab yang berarti Abaya atau pakaian. Kebaya menjadi daya tarik dan salah satu kebudayaan yang tidak pudar pada setiap zaman. Awalnya, pakaian tradisional ini banyak digunakan oleh perempuan di sekitar Jawa.
Dilansir dari Seasia.co, Sabtu (20/4/2024) Kerajaan Majapahit menjadi tempat munculnya kebaya pada abad ke-15 dan ke-16. Bentuk awal mula dari kebaya sama persis dengan pakaian yang digunakan oleh wanita portugis yang tiba di Selat Malaka dari Sumatera Barat laut Indonesia.
Pada masa itu, kebaya banyak digunakan oleh bangsawan. Tidak semua orang dapat mengenakan busana kebaya setiap harinya, melainkan digunakan pada perayaan tertentu saja. Memasuki abad ke-17 dan ke-19, baru semua masyarakat dapat menggunakan kebaya dalam kegiatan sehari-hari.
Abad ke-17 dan 19 dibarengi dengan hubungan diplomatik dan politik yang kian membaik. Hal ini yang menyebabkan penggunaan kebaya merebak hingga wilayah Sulawesi, Bali, Sulu, dan lainnya.
Kebaya juga dipengaruhi oleh unsur budaya China dan Arab. Identik dengan lengan panjang dan bagian kerah yang terbuka, merupakan kombinasi yang khas dari kebaya.
BACA JUGA: Hari Kartini 21 April, Ini Ide Ucapannya untuk Dikirim dan Dipasang di Media Sosial
Hingga saat ini penggunaan kebaya banyak digunakan dari kalangan muda hingga orang dewasa. Kebaya disandingkan dengan kain lilit batik yang melingkar di sekitar tubuh.
Kebaya selalu dikaitkan dengan perkembangan zaman yang kian berkembang. Semakin maju dunia fashion di Indonesia, maka semakin berkembang pula jenis kebaya yang dihasilkan. Kebaya modern menjadi salah satu bukti bahwa penggunaannya tidak luput oleh zaman.
Pelestarian kebaya ini sempat dimeriahkan oleh acara Istana Berkebaya yang menghasilkan busana kebaya asli Indonesia dari bentuk tradisional hingga modern. Acara ini menjadi bukti sekaligus mewujudkan keindahan kebaya khas Indonesia yang dapat disajikan oleh wanita-wanita hebat di Indonesia. (Sumber: Bisnis.com) https://lifestyle.bisnis.com/read/20240420/104/1759003/pahami-sejarah-kebaya-seiring-perkembangan-zaman
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
UMY menolak pembangunan dapur MBG di kampus dan memilih mendukung program melalui riset dosen serta magang mahasiswa.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.