Gelombang Panas Jerman Capai 41,3 Derajat, Rekor Baru Mengancam
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Ramuan jahe - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Ramuan jahe bisa meningkatkan daya tahan tubuh sehingga cocok dikonsumsi saat menjalani ibadah puasa Ramadhan ketika musim hujan.
Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Inggrid Tania mengungkapkan hal itu. Menurutnya, banyak keunggulan yang bisa diperoleh seseorang dengan meminum jahe.
BACA JUGA: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Wilayah Jogja dan Sekitarnya, Jumat 29 Maret 2024
“Dengan minum ramuan yang memiliki kandungan jahe dapat mempercepat penyembuhan, hingga bisa membantu badan agar lebih kuat dan tidak mudah terjangkit infeksi," katanya dikutip Jumat (29/3/2024)
"Jadi di masa yang sering hujan dan dingin kita membutuhkan minuman yang dapat memberikan kehangatannya ke tubuh kita dan menguatkan imunitas,” kata dokter lulusan Universitas Indonesia itu.
Jahe mengandung gingerol dan shogaol yang tinggi untuk memperkuat daya tahan tubuh. Di Indonesia, jahe dikenal sebagai tanaman obat tradisional yang membantu mempercepat penyembuhan masalah kesehatan dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Ekonom Indef minta masa transisi sebelum pajak PPh UMKM marketplace diberlakukan agar pelaku usaha siap.
Kebutuhan darah di Sleman masih tinggi, PMI ajak masyarakat rutin donor untuk menjaga ketersediaan stok.
UMKM Jogja manfaatkan libur sekolah lewat bazar di Taman Pintar, targetkan kenaikan omzet hingga 70 persen.
Program Makan Bergizi Gratis di Gunungkidul dihentikan sementara selama libur sekolah, layanan kembali aktif 13 Juli 2026.
Pemerintah tingkatkan anggaran riset hingga Rp4 triliun, fokus pada solusi nyata seperti waste to energy dan transisi energi.