Glaukoma Jadi Penyebab Kebutaan Terbanyak, Ini Penjelasan Pakar

Sunartono
Sunartono Sabtu, 24 Februari 2024 13:37 WIB
Glaukoma Jadi Penyebab Kebutaan Terbanyak, Ini Penjelasan Pakar

Dokter Spesialis Mata Konsultan Glaukoma Retno Ekantini mengatakan penderita glaukoma seringkali bisa terdeteksi saat sudah mengalami keparahan. Hal ini terjadi karena para penderita sama sekali tidak mengalami gangguan mata secara signifikan. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Glaukoma menjadi penyebab kebutaan kedua terbanyak di dunia. Musababnya glaukoma jarang terdeteksi karena penderitanya tanpa merasakan adanya gangguan mata.

Dokter Spesialis Mata Konsultan Glaukoma Retno Ekantini mengatakan penderita glaukoma seringkali bisa terdeteksi saat sudah mengalami keparahan. Hal ini terjadi karena para penderita sama sekali tidak mengalami gangguan mata secara signifikan. Oleh sebab itu para penderita merasa bahwa kondisi matanya baik-baik saja.

BACA JUGA : Bahaya! Vape Bisa Sebabkan Masalah Mata hingga Kebutaan

"Para penderita merasa baik-baik saja, karena ketika melihat ke depan masih jelas, melihat jarak pendek dan jauh masih bisa. Padahal ada syaraf yang rusak dan lapang pandang ke samping biasanya berkurang sedikit demi sedikit," katanya dalam seminar Sharing Experince Living with Glaucoma di RS YAP, Jumat (23/2/2024).

Ia menambahkan salah satu gejala pada glaukoma adalah kerusakan lapang pandang yang sulit disembuhkan. Cara mendeteksi gejala lapang pandang di antaranya dengan mengarahkan bahu tangan ke samping sembari jari telunjuk menunjuk ke atas dan pandangan muka ke depan. Jika anda merasa tidak bisa melihat situasi yang ada di samping maka bisa jadi lapang pandang mulai rusak.

“Lapangan pandang ini perlahan menurun tidak bisa melihat di samping, ini terus meneur akan menutupi semua sehingga terjadi kebutaan. Ini diawali dari tidak ada gejala, bahkan sangat ringan, penderita masih bisa melihat. Ini harus diwaspadai, harus menemukan penderitanya sejak awal saat kondisinya masih bagus,” ucapnya.

Direktur RS Mata DR YAP Alida Lienawati menambahkan jumlah pasien glaukoma terus bertambah setiap tahunnya. Berdasarkan data WHO tercatat ada 3,2 juta orang telah mengalami kebutaan karena glaukoma. Glaukoma merupakan kelompok penyakit saraf mata kronis dan progresif disebabkan oleh peningkatan bola mata sebagai faktor risiko utama.

BACA JUGA  : Rata-Rata Pasien Glaukoma Datang ke Dokter Setelah Parah

“Memang glaukoma ini tidak memiliki gejala yang pasti jka tidak segera tertangani maka akan menyebabkan penurunan penglihatan dan mengarah ke kebutaan permanen,” ujarnya.

Guna mencegah glaukoma, ia melakukan upaya pencegahan salah satunya melalui event World Glaucoma Week atau Pekan Glaukoma Sedunia. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat terhadap glaukoma.

“Lewat WGW 2024 ini kami mengajak semua orang untuk ikut deteksi dini untuk mencegah kebutaan akibat glaukoma,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online