Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Gereja di Italia terkenal karena memiliki buaya asli taksidermi yang digantung dengan rantai besi di langit-langit. / Oddity Central
Harianjogja.com, MANTOVA—Sebuah gereja di Italia punya keunikan tersendiri. Di sana, ada gereja tua megah yang punya ‘ornamen’ seekor buaya berusia 500 tahun.
Gereja bernama Santuario Della Beata Vergine Maria Delle Grazie itu terletak di kota kecil Curtatone, Mantova, Lombardia, Italia. Rumah ibadah itu terkenal karena memiliki buaya asli taksidermi (awetan) yang digantung dengan rantai besi di langit-langit.
BACA JUGA: Unik, Masjid dan Menara di Qatar Sengaja Dibangun Miring
Bagi yang baru datang ke gereja ini, tentu melihat buaya tergantung merupakan pemandangan yang aneh. Namun, ternyata pemandangan ini sudah ada sejak lama. Bagaimana buaya itu bisa dipasang di Santuario Della Beata Vergine Maria Delle Grazie mungkin akan tetap menjadi misteri, namun tujuannya telah dikaitkan dengan simbolisme agama.
Dilansir dari Oddity Central, pada zaman kuno, agama Kristen mengasosiasikan makhluk reptil seperti ular, naga, dan buaya dengan kejahatan, baik sebagai personifikasi iblis atau sekadar hewan yang menyeret manusia ke dalam dosa. Maka buaya yang digantung itu tak hanya berfungsi sebagai peringatan bagi pengunjung gereja, namun juga sebagai simbol kemenangan kebaikan atas kejahatan.
Ini adalah buaya Nil (Crocodilus niloticus) asli yang diawetkan dengan cara dibalsem dan diyakini berusia setidaknya 500 tahun. Bahkan, gerejanya sendiri berasal dari abad ke-13.
Selama bertahun-tahun, banyak legenda seputar asal-usul hewan tersebut beredar di sekitar Lombardia. Namun, dua legenda yang paling populer melibatkan kebun binatang setempat dan dua saudara lelaki pemberani yang melawan hewan tersebut.
BACA JUGA: Makan Murah di Jogja: Slasar Malioboro Punya Bakso, Es Krim dan Kopi Wajib Dicoba
Beberapa orang percaya bahwa buaya tersebut ditangkap dan dibunuh setelah melarikan diri dari kebun binatang pribadi yang eksotik di perkebunan Francesco Gonzaga, sementara yang lain berpendapat bahwa hewan tersebut suatu hari menyerang dua bersaudara yang sedang beristirahat di tepi Sungai Mincio. Salah satu dari mereka meminta bantuan Perawan Suci, bersenjatakan pisau lalu menyerang, dan membunuh buaya tersebut.
Menurut legenda setempat lainnya, buaya tersebut dikeluarkan dari kandangnya ketika sebuah sirkus berhenti di area tersebut untuk pertunjukan, berlindung di antara alang-alang dan bunga teratai. Konon buaya tersebut bahkan diberkati dengan karunia bisa berbicara kepada manusia oleh Perawan Suci.
Percaya atau tidak pada cerita ini, buaya gantung Santuario Della Beata Vergine Maria Delle Grazie adalah atraksi yang berharga sekaligus unik. Simbol ini juga menunjukkan keterampilan taksidermi para biksu yang tugasnya mengubah buaya menjadi pameran permanen.
Menariknya, ini bukan satu-satunya gereja Italia yang memamerkan buaya asli. Ada dua gereja lain di Italia yang juga menampilkan buaya awetan, yaitu Gereja Santa Maria delle Vergini di Kota Macerata, dan Santuario della Madonna delle Lacrime di Ponte Nossa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.