OJK Tutup BPR Ceper Permata Artha Klaten, Nasabah Dijamin LPS
OJK cabut izin BPR Ceper Klaten. LPS jamin simpanan nasabah dan proses likuidasi hingga Oktober 2026.
Pernikahan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Masyarakat Jawa masih memegang teguh kecocokan jodoh melalui perhitungan weton.
Weton jodoh merupakan sistem penanggalan yang berasal dari tradisi kalender Jawa yang dipercaya memiliki kemampuan meramal atau menilai potensi kecocokan antara dua individu dalam sebuah hubungan berdasarkan hari kelahiran mereka.
Konsep weton jodoh melibatkan perhitungan hari-hari dalam kalender Jawa untuk menentukan kesesuaian atau kompatibilitas antara dua orang sebelum mereka memasuki sebuah hubungan lebih dalam.
Penafsiran weton jodoh biasanya dilakukan dengan melihat hari kelahiran kedua individu yang akan menjalin hubungan. Di kalangan yang mempercayai weton jodoh, keyakinan tersebut mendasarkan pada anggapan bahwa tanggal kelahiran mempengaruhi sifat, kepribadian, dan nasib seseorang.
Dengan demikian, weton jodoh dianggap dapat memberikan petunjuk awal mengenai potensi keserasian atau konflik dalam hubungan tersebut.
BACA JUGA: Pajak Hiburan Tidak Semua Naik hingga 75 Persen, Ini Daftarnya
Namun demikian, perlu diingat bahwa weton jodoh lebih merupakan bagian dari keyakinan atau mitos dalam budaya Jawa dan bukanlah metode ilmiah yang dapat diandalkan sepenuhnya dalam menentukan kecocokan pasangan.
Cara Menghitung Weton Jodoh
Langkah pertama dalam menghitung Weton Jodoh adalah menentukan neptu atau angka dari hari lahir, serta pasaran baik dari diri sendiri maupun pasangan.
Sebagai contoh, jika seseorang lahir pada hari Kamis Wage (8 + 4 = 12) dan pasangannya lahir pada hari Rabu Pon (7 + 7 = 14), maka total hitungannya adalah 12 + 14 = 26. Hasil ini kemudian akan diinterpretasikan untuk melihat tingkat kecocokan.
Berikut adalah tabel neptu dari hari dan pasaran untuk referensi perhitungan Weton Jodoh:

Makna Hasil Perhitungan Weton Jodoh
Berdasarkan hasil perhitungan, terdapat beberapa klasifikasi dan makna yang mungkin terjadi antara dua orang berdasarkan Weton Jodoh:
PEGAT (hasil penjumlahan: 1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, 36): Pasangan dengan hasil ini mungkin akan menghadapi banyak masalah dalam kehidupan. Namun, dengan restu dan doa dari keluarga, hubungan mereka dapat berjalan dengan aman.
RATU (hasil penjumlahan: 2, 11, 20, 29): Jodoh yang sempurna. Keharmonisan dan kebahagiaan keduanya sangat dihargai dan diakui oleh banyak orang.
JODOH (hasil penjumlahan: 3, 12, 21, 30): Pasangan yang ditakdirkan untuk bersama. Mampu menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, menjalani kehidupan yang harmonis hingga tua.
TOPO (hasil penjumlahan: 4, 13, 22, 31): Mungkin ada kesulitan di awal pernikahan, terutama terkait ekonomi. Namun, seiring waktu, semuanya akan membaik.
TINARI (hasil penjumlahan: 5, 14, 23, 32): Diberkahi dengan kebahagiaan dan kemudahan dalam rezeki, serta diliputi keberuntungan.
PADU (hasil penjumlahan: 6, 15, 24, 33): Mungkin mengalami pertengkaran dalam rumah tangga, tetapi masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki hubungan.
SUJANAN (hasil penjumlahan: 7, 16, 25, 34): Peringatan akan kemungkinan masalah dalam rumah tangga, dari pertengkaran hingga persoalan serius lainnya.
PESTHI (hasil penjumlahan: 8, 17, 26, 35): Rumah tangga yang harmonis, tenteram, dan sejahtera hingga usia tua, meskipun mungkin ada beberapa masalah kecil.
Secara keseluruhan, perhitungan Weton Jodoh hanya merupakan salah satu cara dalam mencari pemahaman dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Meskipun sifatnya mistis, masyarakat menggunakan ini sebagai panduan atau pijakan untuk lebih waspada dan bijak dalam menghadapi lika-liku kehidupan.
Penting untuk diingat bahwa hubungan tidak hanya ditentukan oleh perhitungan semata. Komitmen, pengertian, dan kerja keras untuk saling mendukung juga merupakan faktor penting dalam menjaga keharmonisan hubungan jangka panjang.
Pengambilan keputusan untuk menjalin hubungan sebaiknya tidak hanya bergantung pada weton jodoh semata, tetapi juga mempertimbangkan berbagai faktor lain seperti kesamaan nilai, komunikasi, dan pengertian satu sama lain. (Sumber: Bisnis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK cabut izin BPR Ceper Klaten. LPS jamin simpanan nasabah dan proses likuidasi hingga Oktober 2026.
Petar Sucic mencetak gol spektakuler yang membawa Kroasia unggul 1-0 atas Ghana. Inggris masih bermain imbang tanpa gol melawan Panama di Grup L Piala Dunia 202
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.