182 Aduan Kekerasan Anak di Jogja, UPT PPA Lakukan Pendampingan
182 aduan kekerasan anak di Jogja ditangani UPT PPA, puluhan orang tua mulai tempuh jalur hukum dan dapat pendampingan.
Ilustrasi depresi./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL–Psikolog keluarga, Lucia Peppy sekaligus founder Wiloka Workshop menilai generasi z yang tumbuh pada masa tersedianya fasilitas yang semakin baik membuat mereka mudah mengalami stres ketika menghadapi permasalahan. Karena itu generasi z perlu berlatih menghadapi permasalahannya sendiri.
Menurut Lucia orang tua generasi z yang sebagian merupakan generasi y, hidup dalam kondisi yang sulit karena saat itu merupakan masa krisis sehingga timbul pola pengasuhan dengan berlomba mencukupi kebutuhan anak.
BACA JUGA : Gara-Gara Medsos, Gen Z Ingin Berkarier Jadi Influencer
“Itu tidak buruk [memenuhi kebutuhan anak], tetapi lupa pengasuhan terbaik bahwa anak perlu punya daya juang, kemampuan menghadapi situasi sulit,” katanya melalui telepon, Senin (2/10/2023).
Menurutnya orang tua yang kurang memberi ruang bagi generasi z untuk menghadapi masalahnya sendiri menyebabkan generasi z tidak terbiasa menyelesaikan permasalahanya.
“Karena saya amati mereka tidak mengalami banyak tekanan hidup. Mereka pernah mengalami tekanan hidup, namun diselesaikan oleh orang tua atau orang dewasa. Jadi ada masalah yang menyelesaikan orang tuanya, tetapi anak tidak diberi ruang atau kesempatan untuk menghadapi kesulitan sesuai dengan porsinya anak,” katanya.
Oleh karena itu, menurut Lucia generasi z dapat perlu berlatih menghadapi dan menyelesaikan permasalahannya sendiri. “Itu [menghadapi permasalahan] keterampilan hidup. Maka lebih baik mau untuk berlatih,” katanya.
Mencoba melibatkan diri dalam berbagai aktivitas sosial dapat dilakukan generasi z untuk berlatih menghadapi berbagai variabel yang tidak bisa dikontrol, antara lain sikap dan ucapan orang lain.
BACA JUGA : Gen Z Punya Tabungan hingga Rp5 Miliar tapi Enggan Beli Rumah
Selain itu, menurut Lucia ada berbagai macam kursus dan sesi pelatihan untuk mengasah kemampuan menyelesaikan permasalahan. Generasi z juga dapat mencari mentor yang dapat diajak berdiskusi untuk mencari jalan keluar ketika mereka menghadapi persoalan.
“Kita mencari seseorang yang lebih dewasa yang kita pandang bisa memiliki kemampuan mengelola hidupnya, eksplisit saja, kita bertanya bagaimana cara menghadapi [persoalan] bukan meminta untuk menyelesaikan persoalan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
182 aduan kekerasan anak di Jogja ditangani UPT PPA, puluhan orang tua mulai tempuh jalur hukum dan dapat pendampingan.
Indonesia tinggal menyisakan Leo/Daniel dan Hira/Jani di perempat final Thailand Open 2026. Simak jadwal lengkapnya di Bangkok.
Netflix akan menambah iklan dan memakai AI untuk personalisasi promosi pada paket murah pengguna mulai 2027.
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.