Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Taylor Swift/Ist-New York Post
Harianjogja.com, NEW YORK—Bagi Swifties, kelompok penggemar Taylor Swift, bisa bekerja dengan idolanya tentu menjadi hal yang diimpikan. Meski tidak langsung menjadi tim manajemen dari penyanyi asal Amerika Serikat itu, namun sebuah lowongan pekerjaan yang diumumkan baru-baru ini mungkin bisa menjadi batu loncatan.
Pada hari Selasa (12/9/2023) waktu Amerika Serikat, sebuah lowongan berjudul “Reporter Taylor Swift” muncul di situs Gannett Careers' Dayforce. Reporter yang diinginkan, yang dicari oleh USA Today dan Tennessean, harus “berpengalaman, maju dalam video” dan mahir dalam menangkap “dampak musik dan budaya Taylor Swift”.
BACA JUGA: Taylor Swift Ogah Gelar Konser di Indonesia. Gara-Gara Calo?
“Fanbase Swift telah berkembang ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, begitu pula pentingnya musik dan warisannya yang terus berkembang,” tulis postingan tersebut dikutip dari Guardian. “Kami mencari seorang penulis, fotografer, dan ahli media sosial yang energik yang dapat memuaskan dahaga yang tak terbantahkan akan segala hal tentang Taylor Swift dengan aliran konten yang stabil di berbagai platform.”
Peran tersebut juga mengharuskan reporter untuk “mencatat momen-momen terbesar dalam bagian tur Taylor Swift selanjutnya” dan melakukan perjalanan internasional.
Unggahan itu juga menulis bahwa reporter Taylor Swift akan mengidentifikasi mengapa pengaruh bintang pop tersebut semakin meluas, apa yang diperjuangkan oleh basis penggemarnya dalam budaya pop, dan pengaruhnya terhadap dunia musik dan bisnis.
Jurnalis berpengalaman yang belum pernah melihat tur Eras yang digelar penyanyi 33 tahun ini, mungkin ini adalah terobosan terbesar Anda.
Dalam pernyataannya kepada Guardian, juru bicara Gannett mengonfirmasi bahwa lowongan pekerjaan tersebut nyata. Reporter akan bekerja penuh waktu.
“Apakah kamu siap untuk itu? Menjadi penting bagi pembaca kami berarti menyediakan konten yang mereka idamkan dan kami memiliki ruang kosong dengan nama Taylor,” kata Kristin Roberts, kepala konten media Gannett.
Unggahan lowongan pekerjaan ini awalnya viral di situs web X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, pada Selasa sore.
Kritikus musik Carl Wilson mencatat sifat yang tidak biasa dari pekerjaan tersebut dan mengajukan pertanyaan. “Apakah ada yang pernah mendengar tentang pekerjaan reporter artis tunggal sebelumnya?” tanyanya.
BACA JUGA: Lirik "Anti-Hero Taylor Swift
Gannett mempekerjakan lebih dari 11.000 orang dan merupakan penerbit surat kabar terbesar di AS “diukur dari total sirkulasi harian”, menurut Library of Congress. Postingan lowongan kerja yang viral ini terjadi setelah perusahaan tersebut mengalami beberapa kali PHK pada tahun lalu, yang mengakibatkan ratusan pekerja diberhentikan atau dirumahkan.
Brittany Spanos, penulis senior Rolling Stone yang mengajar kelas khusus tentang Swift di Clive Davis Institute of Recorded Music di New York University, bahkan memberikan nasihat untuk Gannett.
“Ada banyak hal menarik yang terjadi di dunia Taylor Swift, tetapi ada lebih banyak lagi hal menarik yang terjadi di dunia musik yang layak untuk diliput,” kata Spanos. “Mereka akan lebih baik jika mempekerjakan jurnalis musik penuh waktu untuk melakukan hal itu.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Guardian
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.