Pegadaian Raih Penghargaan di Asian Innovation Excellence Awards 2026
Pegadaian meraih dua penghargaan di Asian Innovation Excellence Awards 2026 di Singapura untuk inovasi teknologi dan pengalaman nasabah melalui transformasi
Suasana saat jumpa pers Jogja Ceramic Fest./Istimewa
BANTUL—Keramik telah menjadi budaya yang melekat dalam masyarakat Indonesia, hal ini dilihat dari bukti-bukti sejarah peradaban berupa tembikar, perhiasan, arca-arca terakota hingga candi batu-bata yang ditemukan di berbagai wilayah.
Seiring dengan itu, eksistensi seniman keramik sudah sejak lama menjadi bukti daya cipta sekaligus eksplorasi budaya keramik di Indonesia.
Keramik telah merasuk dalam sendi hidup masyarakat, dari pemenuhan kebutuhan domestik hingga menjadi penopang ekonomi.
Yogyakarta menjadi salah satu wilayah berkembangnya budaya dan estetika keramik, terbukti dengan adanya sentra keramik yang terkenal yakni Kasongan.
Masyarakat Kasongan telah mewarisi ragam kerajinan tanah liat, sehingga diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Pelaku keramik sendiri kian beragam keahlian dan pengalamannya, hingga merebak di sektor pendidikan. Namun, histori panjang keramik dan daya tarik wisata sebagai komoditas saja tak cukup.
Regenerasi dan ketersediaan bahan baku menjadi persoalan yang perlu disoroti. Rumah kreatif keramik di Yogyakarta pun cenderung soliter.
Dalam helatan seni, keramik acapkali kurang memiliki panggungnya sendiri, ia berada di antara eksistensi seni rupa atau seni kriya.
Sayangnya fakta ini berbenturan dengan semangat kreasi dan peminat/penonton keramik yang tinggi.
BACA JUGA: Piknik ke Bantul, Jangan Lupa Belanja Gerabah di Kasongan dan Asrinya Tembi
Itulah sebabnya, Jogja Ceramic Fest (JCF) hadir sebagai “panggung” untuk menggencarkan dan menyemarakkan kembali budaya keramik.
Melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Minggu (30/7/2023), JCF yang diinisiasi oleh Nonton Bareng Indonesia bersama Citrus Studio dan Waton Art Studio berfokus pada interaksi antara pegiat keramik terhadap penonton atau peminatnya sehingga terjadi pemberdayaan komunitas keramik di Yogyakarta.
Semangat Kolektif
Dengan mengambil tema Clayboration, festival ini akan digelar selama sembilan hari mulai dari 22-30 Juli 2023 di kompleks MuseumKu Gerabah Kasongan, Desa Gerabah Kasongan, Bantul.
Festival ini diperkuat oleh kolaborasi bersama dari berbagai pegiat keramik di Yogyakarta sebagai upaya dalam mengukuhkan posisi tawar keramik dalam arus seni budaya di daerah istimewa.
Melalui beragam rangkaian program aktivasi, JCF 2023 mengundang perajin, seniman, budayawan hingga akademisi yang bergelut di dunia keramik untuk berpartisipasi aktif. Semangat kolektif-kolegial yang diambil dari budaya keramik masyarakat menjadi pendar api semangat perubahan dan kemajuan budaya keramik yang muncul dari komunitas masyarakat Kasongan sendiri.
Pameran seni keramik untuk memfasilitasi seniman keramik dan atau kolektif keramik untuk memamerkan karya seninya. Pameran juga akan menampilkan karya-karya seniman maestro keramik Yogyakarta dan Indonesia seperti RM. Saptohoedojo, Timbul Rahardjo, Noor Sudiyati dan lainnya.
Rangkaian seni pertunjukan yang mengeksplorasi kerja keramik di Kasongan dan Indonesia dengan menampilkan Prehistoric Body Theater, salah satu performer yang mempresentasikan karya berjudul Sangiran 17.
Ruang edukasi dan arsip literasi keramik dalam praktik seni dan budaya yang dapat diakses oleh publik selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan yang memungkinkan terjadinya interaksi antara pemilik studio keramik dengan penikmat keramik sehingga tercipta transfer of knowledge. Ada empat studio keramik di Kampung Keramik Kasongan dan sekitarnya yang akan berpartisipasi.
Wadah presentasi peserta Residensi Desa Keramik dan para seniman menyoal budaya keramik. Kegiatan ini dapat diakses oleh publik yang ingin berbincang dan berdiskusi perihal keramik.
Kelas untuk memfasilitasi audiens keramik yang ingin merasakan pengalaman membuat keramik dan berkreasi bersama pemuda perajin dan seniman keramik Kasongan.
Pasar Keramik Kreatif yang memfasilitasi 20 lapak bagi para pegiat keramik yang memiliki produk keramik dan ingin memasarkannya.
Kompetisi untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) minat jurusan keramik, mahasiswa jurusan keramik, dan perajin studio keramik di Indonesia.
Pengalaman berwisata dan menetap di Desa Kasongan selama tiga hari, menginap di vila yang terletak di sekitar pemukiman perajin keramik, tur desa, mengunjungi beberapa rumah produksi keramik, pengalaman membuat keramik hingga mencicipi berbagai kuliner lokal khas Desa Kasongan.
Performance kolektif interaktif antara pegiat keramik dan penonton keramik. Kegiatan ini diadaptasi dari proses Raku, yakni teknik pembakaran atmosferik, di mana keramik panas yang berpendar dikeluarkan dari tungku pembakaran dan dimasukkan dalam wadah yang mudah terbakar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pegadaian meraih dua penghargaan di Asian Innovation Excellence Awards 2026 di Singapura untuk inovasi teknologi dan pengalaman nasabah melalui transformasi
PT Mikatasa Agung menggelar kopdar Lem Rajawali bersama pengrajin sofa di Jogja untuk mempererat hubungan pelanggan dan menyerap masukan pengembangan produk.
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Penembakan dekat Stadion Bragg Memorial di Florida menyebabkan sejumlah korban. Polisi menyelidiki insiden dan jumlah korban belum dipastikan.
Veda Pratama menghormati pembatalan Moto3 Australia 2026 akibat cuaca buruk meski telah meraih pole position di Phillip Island.
Lomba grafiti dan mural di Cangkringan menjadi wadah kreativitas pemuda Sleman sekaligus meningkatkan kesadaran mitigasi bencana Gunung Merapi.