Kalitalang Klaten Diserbu Wisatawan, Trekking Rasa Pendakian Merapi
Wisata Kalitalang di lereng Merapi makin ramai, jadi favorit trekking dan latihan pendakian, kunjungan tembus 2.500 orang per hari.
Ilustrasi tidur/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Individu dengan kualitas tidur yang baik terbukti dapat mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh sehingga terhindar dari risiko penyakit diabetes. Hal itu berdasarkan riset yang dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas California.
Medical Daily melaporkan hasil penelitian tersebut dimana sleep spindle atau gelombang yang dihasilkan otak manusia selama tidur nyenyak dan gelombang lambat dari otak mampu mengatur kepekaan insulin yang berperan dalam mengontrol kadar gula darah.
"Gelombang otak yang disinkronkan bertindak seperti jari yang menjentikkan domino pertama untuk memulai reaksi berantai dari otak, turun ke jantung, dan kemudian disalurkan untuk regulasi gula darah tubuh. Secara khusus, kombinasi dua gelombang otak yang disebut sleep spindle dan gelombang lambat dapat memprediksi peningkatan sensitivitas tubuh terhadap hormon yang disebut insulin, yang secara konsekuen dan menguntungkan dapat menurunkan kadar glukosa darah," jelas anggota tim riset Matthew Walker.
Baca juga: Sosok Budi Arie Setiadi yang Akan Dilantik Jokowi Jadi Menkominfo
Riset yang dipublikasikan di Cell Reports Medicine itu menganjurkan dibandingkan lama waktu tidur justru kualitas tidur harus lebih diutamakan bagi penderita diabetes.
Termasuk pula dalam mengatur pola tidur yang dinilai menjadi perubahan pola hidup efektif dalam mengendalikan kadar gula darah.
Penemuan ini membuat para peneliti yakin untuk dapat menjadikan tidur nyenyak sebagai salah satu bentuk terapi serta penanganan tanpa rasa sakit bagi para penderita diabetes. "Selain mengungkapkan mekanisme baru, hasil riset kami juga menunjukkan bahwa gelombang otak saat tidur nyenyak dapat digunakan sebagai indikator sensitif kadar gula darah seseorang pada hari berikutnya," kata Vyoma D. Shah yang ikut berpartisipasi dalam riset.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wisata Kalitalang di lereng Merapi makin ramai, jadi favorit trekking dan latihan pendakian, kunjungan tembus 2.500 orang per hari.
Peredaran miras ilegal di Bantul beralih ke sistem COD. Polisi membongkar modus baru dan menangkap dua pelaku dalam operasi penyamaran.
Presiden Prabowo menyebut Indonesia kehilangan lebih dari US$900 miliar akibat praktik under-invoicing yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Rupiah melemah ke Rp18.107 per dolar AS akibat penguatan dolar AS, kenaikan harga minyak, dan memanasnya konflik Timur Tengah.
OpenAI merilis Lockdown Mode di ChatGPT untuk mengurangi risiko kebocoran data akibat serangan prompt injection dan ancaman siber berbasis AI.
Kota Tarakan masuk status waspada tsunami setelah gempa magnitudo 7,7 di Mindanao, Filipina. BMKG meminta warga menjauhi pantai dan tepian sungai.