KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Cadel, sebutan terhadap suatu kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan mengucapkan satu huruf atau kata tertentu seperti huruf L, R, S, atau Z. Umumnya kondisi ini dialami anak-anak pada fase belum fasih berbicara mengingat otot lidah belum sempurna.
Meski nantinya kondisi ini akan menghilang dengan sendirinya seiring pertumbuhan dan meningkatnya kemampuan bicara anak, namun tak sedikit pula orang yang mengalami cadel hingga usia dewasa.
Meski belum dapat diketahui dengan pasti penyebab dari cadel, terdapat sejumlah asumsi penyebab dari kondisi ini, meliputi:
1. Penggunaan dot
Penggunaan dot atau empeng membentuk kebiasaan menghisap dan jika dilakukan secara berlebihan membuat lidah terdorong ke depan sehingga menyentuh kedua gigi depan, akibatnya seseorang kesulitan untuk melafalkan antara huruf L, R, S, atau Z.
Baca juga: Cuaca Sabtu, 17 Juni 2023 di Wilayah DIY Cerah, Saatnya Jalan-jalan
Ankyloglossia merupakan kondisi di mana terdapat jaringan kait yakni selaput atau frenulum di bawah lidah yang mengganggu pergerakan, akibatnya kaitan tersebut menarik lidah ke dalam sehingga tidak leluasa bergerak dan menyebabkan seseorang mengalami cadel.
Struktur rongga mulut terdiri dari gigi, gusi, frenulum, bibir, langit-langit, lidah, kelenjar ludah, hingga uvula (anak lidah). Cadel dapat terjadi ketika struktur rongga mulut tidak sempurna atau kelainan.
Misalnya saja pada studi tahun 2021 dalam Journal of Applied Oral Science mengaitkan antara maloklusi gigi (gigi tidak sejajar) dengan gangguan bicara. Studi memaparkan orang dengan masalah artikulasi ucapan, salah satunya cadel, memiliki kemungkinan maloklusi yang tinggi.
Cadel pada anak saat masih kecil membuat mereka memiliki pelafalan yang terdengar aneh dan tidak benar, salah satu penyebabnya ialah penempatan lidah di posisi yang tidak tepat, sehingga berakhir membentuk kebiasaan anak memiliki pelafalan yang salah.
Tanpa sadar kebiasaan tersebut akan tertanam dalam diri dan memori otot anak lalu berujung mengalami cadel hingga usia dewasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Prambanan, JCM, dan Ramai Mall. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Sports tourism Indonesia dinilai punya potensi besar, didukung event internasional dan perubahan gaya hidup masyarakat.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. BYD dan Jaecoo masuk 10 besar produsen dengan produksi terbesar.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 5 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Bapanas memastikan stok beras premium dan medium di pasar tradisional tersedia. Harga beras premium tercatat Rp14.200 per kg.