Satpol PP Solo Sita 34 Botol Miras Tak Berizin Saat Razia Malam
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Cadel, sebutan terhadap suatu kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan mengucapkan satu huruf atau kata tertentu seperti huruf L, R, S, atau Z. Umumnya kondisi ini dialami anak-anak pada fase belum fasih berbicara mengingat otot lidah belum sempurna.
Meski nantinya kondisi ini akan menghilang dengan sendirinya seiring pertumbuhan dan meningkatnya kemampuan bicara anak, namun tak sedikit pula orang yang mengalami cadel hingga usia dewasa.
Meski belum dapat diketahui dengan pasti penyebab dari cadel, terdapat sejumlah asumsi penyebab dari kondisi ini, meliputi:
1. Penggunaan dot
Penggunaan dot atau empeng membentuk kebiasaan menghisap dan jika dilakukan secara berlebihan membuat lidah terdorong ke depan sehingga menyentuh kedua gigi depan, akibatnya seseorang kesulitan untuk melafalkan antara huruf L, R, S, atau Z.
Baca juga: Cuaca Sabtu, 17 Juni 2023 di Wilayah DIY Cerah, Saatnya Jalan-jalan
Ankyloglossia merupakan kondisi di mana terdapat jaringan kait yakni selaput atau frenulum di bawah lidah yang mengganggu pergerakan, akibatnya kaitan tersebut menarik lidah ke dalam sehingga tidak leluasa bergerak dan menyebabkan seseorang mengalami cadel.
Struktur rongga mulut terdiri dari gigi, gusi, frenulum, bibir, langit-langit, lidah, kelenjar ludah, hingga uvula (anak lidah). Cadel dapat terjadi ketika struktur rongga mulut tidak sempurna atau kelainan.
Misalnya saja pada studi tahun 2021 dalam Journal of Applied Oral Science mengaitkan antara maloklusi gigi (gigi tidak sejajar) dengan gangguan bicara. Studi memaparkan orang dengan masalah artikulasi ucapan, salah satunya cadel, memiliki kemungkinan maloklusi yang tinggi.
Cadel pada anak saat masih kecil membuat mereka memiliki pelafalan yang terdengar aneh dan tidak benar, salah satu penyebabnya ialah penempatan lidah di posisi yang tidak tepat, sehingga berakhir membentuk kebiasaan anak memiliki pelafalan yang salah.
Tanpa sadar kebiasaan tersebut akan tertanam dalam diri dan memori otot anak lalu berujung mengalami cadel hingga usia dewasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.