Atap Kelas MTs Muhammadiyah Ambruk di Sragen, 48 Siswa Diliburkan
Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen ambruk saat KBM. 48 siswa diliburkan, 6 siswa luka-luka.
Pernikahan Yakup Hasibuan dan Jessica Mila/tangkapa layar - Novita Sari Simamora
Harianjogja.com, JAKARTA—Sebagai pasangan suami istri perlu mendiskusikan bagaimana dalam pengelolaan uang dalam kehidupan pernikahan.
Kenapa? Karena saat berumah tangga sangat mungkin menghadapi masalah keuangan, pengeluaran, dan kebiasaan menabung dari latar belakang dan pengalaman yang sama sekali berbeda.
BACA JUGA: 8 Tips Aman dan Nyaman Keliling Indonesia Pakai Mobil
Hal ini membuat pengelolaan uang sebagai pasangan suami istri sedikit rumit apalagi sebagai pengantin baru. Mempelajari cara mengelola finansial dalam kehidupan pernikahan membutuhkan waktu.
Banyak pasangan mungkin menunda membicarakan uang sebelum menikah, padahal ini penting untuk keberlangsungan kehidupan pernikahan. Kenali situasi keuangan masing-masing, seperti berapa banyak kartu kredit yang dimiliki dan bagaimana dalam membelanjakan uang yang dimiliki.
Memahami dengan baik kebiasaan belanja dan gambaran keuangan pasangan akan membantu Anda membuat keputusan tentang cara menggabungkan uang setelah menikah.
Kenali seperti apa utang yang dimiliki pasangan Anda sebelum menggabungkan keuangan. Jika diperlukan, Anda dapat bekerja sama untuk melunasi hutang. Sampai pernikahan terjadi, pisahkan keuangan Anda, misalnya, cobalah untuk menghindari membuka rekening bersama. Pelajari lebih banyak strategi untuk membayar utang.
Setelah melakukan pertunangan atau lamaran, buka rekening tabungan yang diperuntukkan bagi tujuan keuangan dan pengeluaran masa depan Anda dan pasangan. Secara umum, banyak ahli merekomendasikan untuk menyisihkan setidaknya 10 persen dari pendapatan gabungan ke dalam tabungan setiap bulan. Tabungan pernikahan yang tersisa dapat diteruskan untuk kebutuhan lainnya, seperti uang rumah atau keperluan lain.
Kumpulkan semua tagihan dan dokumen lalu hitung berapa banyak Anda akan mengeluarkan pengeluaran setiap bulan dan berapa banyak pendapatan gabungan yang akan dimiliki. Lalu, ada gunanya menetapkan batas pengeluaran. Sebelum memutuskan semuanya, sepakati sejumlah uang yang dapat dibelanjakan masing-masing tanpa berbicara satu sama lain terlebih dahulu.
Dalam hal menangani keuangan, ada baiknya keduanya mengambil peran, misalnya satu orang mungkin mengambil tagihan sehari-hari, sedangkan yang lain menangani investasi jangka panjang dan rencana pensiun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen ambruk saat KBM. 48 siswa diliburkan, 6 siswa luka-luka.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.