Tolak Pabrik Semen, Warga Pracimantoro Ajukan 13 Tuntutan
Warga Pracimantoro ajukan 13 tuntutan, desak revisi RTRW Wonogiri dan tolak pabrik semen demi kelestarian karst.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Usaha menurunkan berat badan saat puasa yang telah tercapai terkadang hancur seketika saat Lebaran. Bagaimana tidak? Beragam jenis makanan berhasil menggoda selera sehingga membuat kita ingin terus menyantapnya.
Tanpa sadar tiba-tiba berat badan sudah naik beberapa kilo padahal Lebaran belum berlangsung selama seminggu. Lapar mata tak jarang menjadi penyebab utama sehingga seseorang tak mampu menahan diri untuk ngemil.
Berikut ini ada beberapa kiat menurunkan berat badan yang naik saat Lebaran:
Meski Ramadan telah berlalu kebiasaan puasa masih bisa dilakukan dengan puasa sunnah. Salah satunya ialah puasa Syawal selama enam hari dari 2 Syawal dimana jika berpuasa saat tersebut akan menyempurnakan puasa dari bulan Ramadan.
Akan tetapi puasa Syawal dapat bersifat makruh bagi orang yang mesti berutang puasa dan puasa nazar. Selain itu kamu bisa pula melakukan puasa Senin-Kamis atau melakukan intermittent fasting yang memiliki pola serupa dengan puasa sunnah.
Baca juga: Ingin Tetap Sehat Usai Lebaran? Lakukan Hal Berikut Ini
Kebiasaan makan dua kali dalam sehari sebulan lamanya yakni saat sahur dan buka, membuat sebagian orang masih belum terbiasa dengan pola makan baru bahkan cenderung kalap saat Lebaran tiba.
Saat lebaran tiba usahakan untuk tetap mengonsumsi makanan penuh nutrisi mulai dari sayuran hijau, protein, serat hindari pula makanan manis atau asin seperti sajian kue Lebaran. Kemudian perlahan mulai kembali ke rutinitas pola makan lama atau baru, entah itu tetap makan dua maupun tiga kali sekali atau kembali melanjutkan diet sehat.
Makanan yang mengandung serat membuatmu tidak cepat lapar, cara serupa mungkin telah dilakukan sejumlah orang selama berpuasa agar dapat bertahan hingga waktu berbuka. Cara yang sama masih dapat kamu lakukan demi menjaga dan membantu menurunkan berat badan yang naik drastis saat Lebaran.
Selain ragam jenis kue, minuman bersoda pun menjadi andalan untuk sajian Lebaran. Kandungan kolesterol yang tinggi namun rendah nutrisi pada minuman bersoda ialah faktor penyebab kegemukan, hal ini telah terbukti melalui American Journal of Clinical Nutrition mengutip dari Klik Dokter bahwasanya asupan minuman soda berhubungan dengan peningkatan berat badan seseorang, sehingga memicu obesitas. Oleh karena sebaiknya perbanyaklah minum air putih atau jus tanpa gula tambahan
Ramadan berakhir kini tak ada alasan lain untuk menunda untuk berolahraga. Kiat-kiat di atas akan terkesan percuma jika tubuh tidak diimbangi aktivitas fisik yang dapat membantu tubuh untuk membakar lemak maupun kalori yang menumpuk di tubuh.
Jika masih terlalu mager cobalah lakukan olahraga sederhana seperti lompat tali atau self workout, maupun sekadar melakukan jalan pagi. Ketika tubuh telah mampu menyesuaikan diri mulailah tambah intensitas serta frekuensi berolahraga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Pracimantoro ajukan 13 tuntutan, desak revisi RTRW Wonogiri dan tolak pabrik semen demi kelestarian karst.
Mbappe pecahkan rekor Ronaldo Nazario saat Prancis menyingkirkan Swedia 3-0 dan semakin dekat mengejar rekor gol Lionel Messi.
Meta mengakui AI belum mampu sepenuhnya membendung spam judi online di Facebook dan Instagram karena modus pelaku terus berubah.
BPBD Bantul menetapkan siaga kekeringan hingga September 2026 akibat ancaman El Nino Godzilla dan mulai menyalurkan bantuan air bersih.
Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 di UNY memperkuat kolaborasi daerah untuk mempercepat transformasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Registrasi SIM card baru mulai 1 Juli 2026 wajib menggunakan verifikasi biometrik wajah sesuai Permen Komdigi Nomor 7 Tahun 2026.