6 Penyelam Basarnas Cari Korban di Dalam KM Virgo Transport 8
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA-Tidak bisa tidur alias insomnia bukan satu-satunya gejala gangguan tidur. Ada satu lagi yaitu sleep apnea. Dua gangguan tidur ini memengaruhi kualitas tidur Anda dan bisa memicu beragam gangguan kesehatan.
Dilansir dari healthline.com, insomnia ditandai dengan kesulitan untuk tidur atau mungkin sering terbangun sepanjang malam. Hal ini dapat disebabkan banyak faktor, seperti tempat tidur yang tidak nyaman atau suara bising yang berlebihan, dan kondisi kesehatan lain termasuk kecemasan dan depresi.
Adapun sleep apnea yang ditandai dengan pernapasan yang tidak konsisten saat tidur sehingga tubuh akan terbangun untuk bernapas. Orang yang mengalami ini napasnya akan menjadi pendek atau berhenti sama sekali. Jika tidak diobati, kedua kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi kesehatan lainnya dalam tubuh Anda.
Meskipun insomnia dan sleep apnea adalah dua kondisi yang berbeda, gejala antara keduanya memiliki kemiripan. Hal tersebut meliputi sakit kepala di pagi hari, rasa ngantuk di siang hari, kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, mudah marah, dan perubahan suasana hati.
Insomnia tidak menyebabkan sleep apnea, tetapi sleep apnea dapat menyebabkan insomnia. Insomnia akut dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini:
- stres atau kecemasan
- bekerja shift larut malam atau dini hari
- memiliki jadwal tidur yang tidak teratur atau kebersihan tidur yang buruk
- Minum kopi atau alkohol pada sore hari atau sebelum tidur
- tidur di tempat baru
- jet lag
Adapun insomnia kronis yang dapat terjadi dengan sendirinya yang dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius seperti sakit punggung, GERD, kecemasan, depresi, diabetes, gangguan bipolar, skizofrenia, hipertiroidisme, penyakit kardiovaskular, menopause, radang sendi, penyakit alzheimer, penyakit Parkinson, dan kanker.
Sleep apnea biasanya diakibatkan oleh kondisi kesehatan lain yang menjadi penyebabnya, seperti asma, fibrosis paru, hipotiroidisme, akromegali, stroke, gagal jantung atau ginjal, dan PCOS. selain itu, sleep apnea sentral berkaitan dengan opioid, pola pernapasan yang tidak normal, penyakit parkinson, osteoartritis, spondilosis serviks, stroke, gagal jantung atau serangan jantung, dan radang otak.
Ada banyak kasus insomnia yang dapat diperbaiki dengan menciptakan kualitas tidur yang baik. Tindakan atau kegiatan yang Anda lakukan di siang hari dapat mempengaruhi seberapa baik Anda tidur di malam hari.
Adapun obat yang dijual untuk membantu mengatasi insomnia jangka pendek. Adapun alat bantu tidur untuk insomnia jangka pendek ini. Namun, ada baiknya untuk konsultasi kepada dokter terlebih dahulu dan perlu diperhatikan bahwa alat bantu tersebut hanya digunakan bagi Anda yang memiliki insomnia jangka pendek saja.
Cara Mengatasinya
Bagi Anda menderita insomnia kronis, Anda mungkin mengalami kecemasan karena kurang tidur. Dokter Anda mungkin akan merujuk Anda ke terapi perilaku kognitif (CBT) untuk membantu mengubah pemikiran Anda tentang tidur. CBT adalah pengobatan non-farmakologis yang paling efektif untuk insomnia dan telah terbukti dapat membantu penderita insomnia kronis untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik.
Jika Anda mengalami sleep apnea, disarankan untuk konsultasi ke dokter karena kemungkinan dokter akan menyarankan agar Anda menggunakan mesin continuous positive air pressure (CPAP) saat tidur untuk membantu meringankan sleep apnea pada diri Anda. Mesin CPAP secara konsisten mendorong udara melalui hidung dan mulut Anda, menjaga lorong-lorong tetap terbuka, dan udara mengalir dengan bebas. Hal tersebut dapat membantu mencegah pernapasan yang pendek dan terengah-engah.
Untuk menghindari kedua hal tersebut, Anda dapat melakukan upaya preventif dengan mematikan ponsel, TV, dan perangkat cahaya biru lainnya satu atau dua jam sebelum tidur, olahraga pagi, memperhatikan kadar konsumsi kopi dan alkohol, menghindari tidur siang yang lama, dan makan larut malam.
Namun, bagi Anda yang mengalami salah satu dari kedua hal tersebut, Anda dapat mengobatinya dengan berkonsultasi dengan ahli kesehatan untuk mengetahui lebih lanjut. Diagnosis yang tepat, bersama dengan pilihan pengobatan yang tepat, dapat membantu Anda mendapatkan kualitas tidur yang baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.