Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ilustrasi mengajarkan puasa kepada anak./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Memastikan anak tertarik mencoba puasa ialah kitar pertama mengenalkan puasa Ramadan dari Dr Bernie Endyarni Medise, SpA(K), MPH Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang lulusan Universitas Indonesia.
"Lihat dulu apakah anak sudah siap mencoba berpuasa. Cirinya, memiliki ketertarikan untuk mencoba berpuasa. Kalau kita berpuasa dia bertanya untuk apa puasa dan sebagainya, apalagi kalau anak sudah cukup besar. Berarti dia sudah mulai tertarik tentang puasa," ujarnya melansir dari Antara.
Dokter yang juga menjabat sebagai Ketua 3 Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu mengungkapkan anak menunjukkan ketertarikan ketika mereka bertanya cara dan manfaat berpuasa pada orangtua dan orang tua sebaiknya memberi pengetahuan terkait makna puasa yakni bukan hanya menahan lapar dan haus, serta pastikan berikan penjelasan atau jawaban yang sesuai dengan pemahaman anak.
"Kalau anaknya masih umur lima tahun, berbeda cara bicara kita dengan anak-anak yang lebih besar," ujar Bernie.
Perlu diingat meski tidak ada batasan usia resmi memperkenalkan puasa pada anak, orang tua disarankan tidak memaksa anak yang belum akil baligh atau tanda kedewasaan untuk berpuasa.
Baca juga: Cuaca DIY Hari Ini, Didominasi Berawan dan Sedikit Hujan
"Tidak ada batasan usia resmi, itu tergantung dari kesiapan anak dan dari orangtua. Memang di literatur dikatakan anak usia enam hingga tujuh tahun, anak memang sudah lebih mandiri, tubuhnya sudah lebih berkembang," jelas Bernie.
Orang tua dapat mencoba membantu anak dengan memintanya berpuasa selama beberapa jam terlebih dulu atau sementara waktu tidak memberikan makanan kesukaan anak pada saat berpuasa.
Selanjutnya, orangtua dapat menambah waktu anak menahan haus dan lapar menjadi setengah hari atau sesuai kemampuan anak hingga akhirnya anak bisa berpuasa hingga maghrib.
"Kalau bisa puasa setengah hari, beri pujian. Besok mungkin bisa ditambah, dia merasa melakukan sesuatu yang benar. Jadilah contoh yang baik bagi anak. Umumnya anak akan mencoba kalau melihat anaknya berpuasa," kata Bernie.
Bernie menambahkan, puasa saat Ramadan bermanfaat bagi tumbuh kembang anak salah satunya melatih mengontrol diri karena terjadi sejumlah perubahan saat berpuasa seperti kebiasaan pola tidur dan bangun serta kebiasaan makan dan minum.
Selain itu anak juga dilatih untuk bersabar yakni dengan menunggu waktu untuk berbuka puasa, melatihnya disiplin dengan mengikuti aturan seperti kapan harus berbuka puasa selama Ramadan serta membantu mencegah terjadinya obesitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Cuaca DIY hari ini diperkirakan hujan ringan di Sleman dan Bantul. Simak prakiraan cuaca Jogja lengkap beserta suhu dan kelembapan udara.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini digelar di Kapanewon Godean mulai pukul 08.30–13.00 WIB. Berikut syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Arsenal juara Liga Inggris 2026 setelah Manchester City ditahan Bournemouth 1-1. The Gunners akhiri penantian gelar selama 22 tahun.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.