Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Seorang anak di China yang dihukum bermain gim 17 jam oleh ayahnya. / Oddity Central
Harianjogja.com, SHENZEN—Metode menghukum anak-anak dengan membuat mereka melakukan hal-hal yang mereka sukai sampai mereka menjadi tak tertahankan rupanya menjadi populer di China.
Baru-baru ini, seorang ayah di Shenzen, China mempergoki putranya yang masih kecil bermain video gim di ponselnya pada jam 01.00 dini hari waktu setempat pada malam seharusnya dia beristirahat karena esoknya sekolah. Pria itu menghukumnya dengan membuat putranya bermain di ponselnya berjam-jam sampai kelelahan.
Melansir Oddity Central, sang ayah mengatakan kepada Metropolis Times bahwa dia sangat marah ketika menemukan putranya bermain dengan ponselnya ketika dia seharusnya tertidur lelap. Namun, dia tidak tahu bagaimana harus bereaksi pada awalnya.
Dia ingin memberi anak laki-laki itu pelajaran yang tidak akan mudah dia lupakan. Alih-alih memarahi anak laki-laki itu, dia hanya mengatakan kepadanya bahwa dia bisa bermain ponsel daripada tidur. Ia juga menambahkan bahwa dia bahkan bisa mengambil cuti sekolah satu hari agar dia bisa. bermain lagi.
Awalnya bocah laki-laki itu dilaporkan menikmati hukumannya yang tidak biasa. Ia terus bermain ponsel di bawah pengawasan ayahnya sepanjang malam hingga sekitar jam 7 pagi. Saat itulah rasa kantuk mulai muncul.
Namun, ketika anak itu mencoba meletakkan telepon dan pergi tidur, ayahnya memberi tahu dia bahwa dia juga telah mengambil cuti kerja untuk memastikan putranya mendapatkan waktu bermain video gim sebanyak mungkin tanpa tidur.
Sang ayah mengatakan bahwa anak laki-laki itu tertidur dengan telepon di tangannya beberapa kali, hingga dia harus membangunkannya kembali untuk bermain gim, meskipun anaknya memprotes.
Sekitar pukul 18.30 waktu setempat, setelah sekitar 17 jam bermain gim, anak laki-laki itu memohon kepada ayahnya untuk membiarkannya tidur dan berjanji bahwa dia tidak akan pernah lagi bermain ponsel di belakang orang tuanya. Dia bahkan setuju untuk menuliskan janjinya dalam bentuk surat perjanjian.
Video yang diposting oleh sang ayah di Weibo pada tanggal 8 Maret lalu memicu perdebatan sengit seputar beberapa masalah, seperti kecanduan video gim pada anak kecil, dan cara penanganannya dalam kasus khusus ini. Beberapa memuji sang ayah karena berpikir tidak biasa dan membuat bocah itu muak dengan hobi favoritnya. Di samping itu, yang lain mengkritiknya karena memaksanya untuk tetap terjaga begitu lama pada usia ketika otaknya masih berkembang.
Sementara itu, pria tersebut mengklarifikasi bahwa dia tidak merekomendasikan orang lain untuk mencoba metode ini dengan anak-anak mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Kejagung masih menyelidiki dugaan pengurusan perkara yang menyeret Aspidum Kejati Sumsel Atang Pujiyanto.
Afgan menyiapkan 30 lagu hit untuk konser Retrospektif di Jakarta pada Juli 2026, termasuk Terima Kasih Cinta hingga Panah Asmara.
KNKT masih menyelidiki penyebab kecelakaan KRL di Bekasi Timur dengan memeriksa CCTV, black box, dan sistem persinyalan kereta.
IDAI mengingatkan bahaya monkey malaria yang menular lewat nyamuk dari monyet ke manusia dan bisa memicu infeksi berat hingga kematian.