Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Serap 650 Pekerja
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.
Ilustrasi wanita mengalami telinga berdenging./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Tinnitus atau suara berdenging di telinga adalah salah satu gejala sederhana yang dapat menjadi indikator penyakit ringan hingga serius.
Melansir Bisnis.com-jaringan Harianjogja.com dari WebMD, seringkali telinga berdenging membuat pengidapnya mendengar suara dering, dengung, desis, kicau atau suara tak nyaman dari dalam telinga.
Jika telinga berdenging terjadi secara terus menerus, waspadalah karena bisa jadi pertanda penyakit serius pada tubuh Anda.
Berikut beberapa penyakit serius yang terjadi akibat telinga berdenging. Simak ulasannya:
Salah satu penyebab utama mendengar suara dering mungkin adalah perkembangan tumor kranial. Neuroma Akustik sebuah istilah medis untuk berkembangnya tumor jinak di saraf yang menghubungkan telinga ke otak.
Baca juga: Alasan Soda hingga Teh Tak Boleh Dikonsumsi Saat Haid
Adanya gangguan sinyal serta aliran darah, seseorang mungkin mendengar suara dering, kesulitan menyeimbangkan, atau kehilangan pendengaran.
Konsultan THT, Rumah Sakit CK Birla, Anish Gupta mengatakan terkadang pertumbuhan tulang di telinga tengah menyebabkan gangguan pendengaran dan tinitus ialah gejala paling awal yang harus diwaspadai.
Telinga berdenging bisa jadi disebabkan darah memberikan tekanan berlebih pada dinding pembuluh darah karena menderita penyakit seperti hipertensi, pengerasan pembuluh darah ataupun plak, penumpukan (atherosclerosis), penonjolan pembuluh darah atau aneurisma.
Aneurisma sendiri sering terjadi di aorta, otak, belakang lutut, usus, atau limpa. Penyakit ini sering tidak memiliki gejala hingga pecah sekalipun. Namun, jika aneurisma pecah, dapat mengakibatkan pendarahan internal, stroke, dan tak jarang akibat fatal lainnya.
Meski hipertiroidisme jarang terjadi dan kemungkinan mempengaruhi sistem pendengaran lebih sedikit. Namun jika tiroksin (hormon yang membantu mengatur metabolisme tubuh dan perkembangan sistem pendengaran) memproduksi kurang dari jumlah yang dibutuhkan, hal ini dapat berpengaruh pada kemampuan pendengaran.
Berbagai penelitian menunjukkan setidaknya 50 persen dari mereka yang menderita hipotiroidisme mengalami tinnitus bahkan kehilangan kemampuan pendengarannya jika tindakan tidak segera dilakukan.
Zat besi berfungsi membantu mengangkut darah kaya oksigen ke seluruh tubuh, kekurangan zat besi menyebabkan arteri memompa lebih keras.
Sehingga jantung berfungsi lebih keras dan mereka yang terkena dampak dapat mendengar detak jantung atau denyut nadinya. "Jenis ini disebut tinitus berdenyut. Orang seperti itu juga rentan terhadap penyakit yang berhubungan dengan jantung,” kata Gupta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.
Banjir akibat luapan Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa merendam puluhan rumah warga di Kecamatan Cepu, Blora.
Jadwal pemadaman listrik Jogja hari ini Senin 25 Mei 2026, sejumlah wilayah Sleman, Yogyakarta, dan Wonosari terdampak.
Cek jadwal bus DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Senin 25 Mei 2026 lengkap dengan rute dan tarif terbaru.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 25 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini digelar di Qhomemart Ring Road Timur mulai pukul 08.30–13.00 WIB. Berikut syarat perpanjangan SIM.