Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Suasana konser +62 Experience Concert di Kamala Ballroom Sleman City Hall, Jumat (14/2/2020)./Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, TOKYO—Selama beberapa tahun terakhir, kata ‘oshi’ menjadi populer di Jepang. Awalnya berarti "dukungan", kemudian sekarang digunakan untuk mendeskripsikan karakter fiksi favorit atau artis dunia nyata, seperti karakter anime atau penyanyi idola.
Hal lain yang menarik perhatian di Jepang adalah penghargaan yang lebih besar akan pentingnya keseimbangan kerja atas kehidupan pribadi. Bahkan, sebuah perusahaan di Sapporo, Jepang sampai menawarkan karyawannya hari libur berbayar khusus yang dapat mereka ambil untuk kegiatan yang berhubungan dengan oshi. Cuti yang dinamai Oshi Kyuka ini merupakan kegiatan seperti menghadiri konser atau acara penggemar.
Sistem ini diterapkan di Arisu Hoikuen, pusat penitipan anak di Nishi, Sapporo. Pengasuhan anak adalah pekerjaan yang sibuk, dan Arisu buka dari pagi hingga malam tidak hanya selama seminggu, tetapi juga pada akhir pekan dan hari libur.
Namun, Direktur Arisu, Masashi Endo memahami bahwa kerja berlebihan tidak baik untuk pekerja atau anak-anak yang mereka asuh. “Pekerjaan staf kami membutuhkan banyak energi, jadi saya telah mencari cara untuk mengurangi sedikit saja kelelahan fisik dan mental mereka,” ujarnya dikutip dari Japan Today.
Selain hari libur yang sudah ada sebelumnya, staf di Arisu Hoikuen akan diberikan 10 hari libur kerja untuk kegiatan yang berhubungan dengan oshi. Misalnya, salah satu karyawannya adalah penggemar e-sports dan berencana mengambil cuti untuk menonton turnamen yang dijadwalkan akan diikuti oleh pemain profesional favoritnya.
Endo sendiri adalah penggemar berat band rock Jepang Buck-Tick, dan pekerja lain yang juga penggemar musik akan memiliki pilihan untuk mengambil cuti untuk menghadiri pertunjukan langsung.
Arisu tampaknya juga mengambil definisi oshi yang cukup longgar dan akomodatif, di luar referensi biasanya untuk seseorang atau persona. Karyawan lain bermaksud mengambil cuti "Disneyland Oshi" untuk mengunjungi taman hiburan dan mendapatkan merchandise Toy Story edisi terbatas.
Mengingat penerapan interpretasi yang luas, tampaknya "ramen oshi," "TV oshi," dan bahkan "bed oshi" juga diperbolehkan bagi mereka yang ingin cuti untuk makan, bersantai di sofa sambil nonton TV, atau tidur saja sampai larut malam.
“Saya percaya bahwa pekerja kita yang bahagia akan membuat anak-anak juga bahagia,” kata Endo. “Saya pikir kebahagiaan staf kami akan terlihat secara alami saat mereka bekerja jika mereka merasa terpenuhi dalam kehidupan pribadi mereka, jadi saya harap sistem baru ini juga akan menghasilkan lingkungan yang lebih bahagia untuk anak-anak.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Japan Today
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.