Puan Sebut Kehadiran Prabowo di DPR Jadi Momentum Strategis
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
Ilustrasi infertilitas/ist-classic105
Harianjogja.com, JAKATA—Komunitas We are Womb Warriors (WWW) ingin mengubah stigma tabu soal perbincangan seputar infertilitas di Indonesia di acara "Circle of Warriors" pada 22 Desember.
Dalam acara yang bertepatan dengan Hari Ibu itu akan ada bincang-bincang dari Self Love Coach Amira, Dokter Naturopati Joshua Lie, Pakar Hypnofertility Lanny Kuswandi, dan dr. Chairuna, FINEM yang diharap bisa jadi langkah awal mendukung perempuan mengenai isu yang kerap dianggap aib.
“Mari bicarakan infertilitas seperti bicara rasa es krim kesukaan, nyaman dan apa adanya. Di Indonesia ada banyak support system-nya. Inilah mengapa We are Womb Warriors lahir, sebagai wadah pemersatu mereka yang ingin berbagi cerita dan informasi serta berdiskusi.” ujar Amanda Zahra Marsono, Co-Founder & Public Relations We are Womb Warriors dalam keterangan resmi, Selasa.
Dalam Circle of Warriors peserta yang hadir akan dipandu untuk belajar menerima, mencintai diri mereka terlepas dari apapun tantangan kehamilan yang sedang dihadapi melalui sesi yoga ringan. Setelah itu bincang dengan para praktisi yang mencari akar permasalahan kondisi tubuh untuk pemulihan natural dan holistik.
Baca juga: Pemuda Korea Ini Jadi Miliarder Termuda di Dunia, Usianya Baru 18 Tahun
Diharapkan akan memberikan sebuah sudut pandang baru akan sebuah konsep infertilitas dan cara penanganannya serta sadar bahwa WWW dapat menjadi support system yang dapat mendampingi secara menyeluruh baik fisik dan mental.
Banyak penyebab infertilitas baik pada wanita ataupun pria namun tak banyak yang membahas ini. Biaya terapi yang tidak sedikit dikeluarkan, belum lagi jika dihadapi dengan kegagalan. Beban moral yang ditanggung banyak yang menyudutkan perempuan. 48 juta pasangan dan 186 juta orang hidup dengan infertilitas secara global (World Health Organization).
“Kehilangan bayi beserta satu saluran rahim karena kehamilan ektopik adalah masa tergelap yang sekaligus menjadi semangat saya mendirikan We are Womb Warriors agar wanita lain yang mungkin mengalami nasib serupa tidak merasa sendiri.” tutur Ribka Zefanya, pendiri komunitas We are Womb Warriors.
Usia pernikahan yang lama dikaitkan dengan usaha mendapatkan keturunan sering menjadi topik yang hangat dipertanyakan dalam berbagai acara-acara sosial. Ini yang kerap kali membuat sebagian dari mereka yang mengalami infertilitas tak jarang semakin menutup diri.
“Kita yang belum dikarunia keturunan berada pada ruang tunggu. Manfaatkan dengan selalu menemukan kembali rasa syukur. You are enough, what you did is enough, don’t go through it alone. Berpasrah kepada Tuhan dan temukan support system-mu,” ajak Rianti Cartwright, aktris yang baru dikaruniai buah hati di usia pernikahannya yang ke-9.
"Melalui acara Circle of Warriors, kami yakin bahwa dukungan psikologis berupa energi yang dari sesama womb warriors yang hadir adalah hal yang fundamental untuk mengembalikan api semangat dan pikiran positif dalam tantangan perjalanan kehamilan wanita Indonesia, karena #KitaTidakSendiri,” tutup Amanda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.